Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Internet Cepat RI Rupanya Butuh 2 Kunci Penting

Internet Cepat RI Rupanya Butuh 2 Kunci Penting


Agus Tri Haryanto - detikInet

Institut Teknologi Bandung (ITB) menggelar diskusi mengenai strategi terbaik untuk mempercepat pemerataan akses internet di Indonesia melalui seminar bertajuk β€œFTTH, FWA & Mobile Broadband: Strategi Manakah yang Terbaik untuk Mempercepat Pemerataan dan Peningkatan Performa Akses Digital Indonesia.”
Diskusi terkait strategi pemerataan akses internet melalui seminar yang digelar oleh ITB. Foto: ITB
Jakarta -

Upaya mempercepat pemerataan akses internet di Indonesia terus menjadi perhatian regulator, industri telekomunikasi, hingga kalangan akademisi. Berbagai teknologi broadband seperti FTTH (Fiber to the Home), FWA (Fixed Wireless Access), dan mobile broadband dinilai memiliki peran berbeda namun saling melengkapi untuk memperluas konektivitas digital di Tanah Air.

Ketua Pusat Studi Kebijakan Industri dan Regulasi Telekomunikasi Indonesia STEI ITB, Ian Josef Matheus Edward, mengatakan bahwa tidak ada satu teknologi yang dapat menjadi solusi tunggal dalam mempercepat pemerataan akses digital. Menurutnya, FTTH dikenal memiliki kapasitas dan stabilitas jaringan yang sangat baik, sementara FWA unggul dalam fleksibilitas serta kecepatan penggelaran jaringan.

"FTTH menawarkan kapasitas dan stabilitas terbaik, sementara FWA memberikan fleksibilitas dan kecepatan deployment. Keduanya perlu diposisikan sebagai solusi yang saling melengkapi dalam memperluas akses digital," ujarnya dikutip Rabu (8/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Dari sisi kebijakan, Direktur Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital di Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Denny Setiawan, menegaskan bahwa pemerintah terus mendorong pembangunan broadband yang lebih merata.

Ia menekankan bahwa pengembangan jaringan tidak boleh hanya terpusat di wilayah padat penduduk, tetapi juga harus menjangkau daerah yang masih minim akses internet.

"Kami mendorong agar pengembangan layanan broadband tidak hanya terfokus di wilayah padat, tetapi juga menjangkau daerah underserved. Komitmen rollout akan terus dipantau untuk memastikan pemerataan akses digital," jelasnya.

Sementara itu, Chief Technology Officer MyRepublic Indonesia, Hendra Gunawan, menilai bahwa kombinasi teknologi menjadi strategi paling realistis untuk memperluas penetrasi internet.

Menurutnya, FTTH tetap menjadi tulang punggung jaringan fixed broadband, sedangkan FWA dapat mempercepat penyediaan akses di wilayah yang belum terjangkau fiber.

"FTTH dan FWA bukan untuk saling menggantikan, melainkan saling melengkapi. FTTH tetap menjadi backbone utama, sementara FWA berperan mempercepat penetrasi di wilayah yang belum terjangkau fiber," ungkapnya.

Dari sisi teknologi perangkat, Telecom Solutions Architect & Business Consultant ZTE Indonesia, Iman Hirawadi, mengatakan bahwa teknologi FWA kini semakin matang dengan dukungan jaringan 4G dan 5G.

Namun, menurutnya tantangan berikutnya adalah mendorong skala ekonomi agar perangkat FWA bisa semakin terjangkau bagi masyarakat luas.

"Teknologi FWA saat ini sudah semakin matang dengan dukungan 4G dan 5G. Tantangan berikutnya adalah mencapai skala ekonomi agar perangkat dapat semakin terjangkau," ucapnya.

Pandangan serupa juga disampaikan Sekretaris Jenderal Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI), Merza Fachys, yang menilai setiap teknologi memiliki peran berbeda dalam ekosistem layanan.

Ia menilai fixed broadband menawarkan stabilitas koneksi yang tinggi, sementara mobile broadband memberikan fleksibilitas akses bagi masyarakat.

"Yang terpenting adalah bagaimana kebijakan dapat menciptakan ekosistem yang seimbang dan berkelanjutan," tuturnya.

Berbagai pandangan tersebut disampaikan dalam sebuah diskusi yang digelar Institut Teknologi Bandung (ITB) mengenai strategi terbaik untuk mempercepat pemerataan akses internet di Indonesia.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Timur Kampus ITB pada Selasa (7/4) kemarin ini dihadiri mahasiswa, media nasional, regulator, serta pelaku industri telekomunikasi. Seminar tersebut membahas bagaimana teknologi broadband seperti FTTH (Fiber to the Home), FWA (Fixed Wireless Access), dan layanan mobile broadband dapat berperan dalam memperluas konektivitas digital di Tanah Air.




(agt/fay)






Hide Ads