Telkom tengah menyiapkan pengembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) buatan anak bangsa sebagai bagian dari upaya mewujudkan sovereign AI nasional.
Executive General Manager Digital Product Telkom Indonesia, Komang Budi Aryasa, mengatakan perusahaan telah menyusun peta jalan pengembangan AI yang akan dijalankan dalam beberapa tahap hingga beberapa tahun ke depan.
Menurut Komang, pada 2026 Telkom akan fokus mengintegrasikan kemampuan AI ke dalam berbagai solusi digital yang sudah dimiliki perusahaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tahun 2026 ini untuk kepentingan internal, plus bisa saya sebut sebagai plus AI. Jadi solusi yang sudah ada ditambah kapabilitas AI di dalamnya," ujarnya.
Memasuki 2027, Telkom berencana membangun sebuah platform AI yang mampu menyediakan layanan untuk berbagai ekosistem industri atau vertical ecosystem.
"Di 2027 memang kita berencana untuk membangun satu platform yang bisa, istilahnya menyediakan layanan untuk ekosistem vertikal," kata Komang.
Ia menjelaskan, kebutuhan Large Language Model (LLM) pada tiap industri memiliki karakteristik berbeda. Karena itu, pengembangan model AI harus disesuaikan dengan kebutuhan sektor masing-masing.
Sebagai contoh, model AI untuk industri kesehatan tentu tidak sama dengan model AI yang digunakan di sektor pendidikan atau ritel.
"Sehingga kita harus membangun kapabilitas model di industri kesehatan, di industri pendidikan, kemudian industri retail, dan lain-lain. Jadi di 2027 kita akan masuk ke industri-industri vertikal tersebut untuk men-deliver solusi AI di B2B karena B2B sangat berbasis vertikal," tuturnya.
Lebih jauh, Telkom menargetkan pada 2028 Indonesia dapat memiliki sovereign AI, yakni ekosistem AI yang dikembangkan dengan model dan infrastruktur sendiri.
Langkah ini dinilai penting agar Indonesia tidak sepenuhnya bergantung pada teknologi global, terutama dalam pengelolaan data.
"Di 2028, kita berencana bagaimana sovereign AI Indonesia ini bisa terwujud. Kenapa harus sovereign AI? Bayangkan sekarang hampir semua negara memperebutkan data. Kita khawatir kalau kita tidak sovereign kita sendiri, data kita akan ke mana-mana," jelas Komang.
Ia menambahkan, pengembangan sovereign AI juga akan memastikan data nasional tetap tersimpan di dalam negeri melalui infrastruktur pusat data yang dimiliki Indonesia.
"Sehingga kita mulai merencanakan agar data itu bisa reside di data center," pungkasnya.
(agt/agt)


