ST Telemedia Hargai Keunikan 'Tuan Rumah'
- detikInet
Jakarta -
Sebagai investor dari Negeri Seberang, Singapore Technologies Telemedia (ST Telemedia) mengaku menghargai keunikan dan kekuatan 'tuan rumah' Indonesia. Kompetisi pun dinilai 'hangat'.Demikian pernyataan dari Melinda Tan, Senior Director Corporate Communications, ST Telemedia, yang diterima detikINET, Jumat (28/9/2007). "Sebagai investor di Indonesia, ST Telemedia menghargai masyarakat Indonesia dengan keunikan juga kekuatan dari 'tuan tumah' kami," tutur Melinda. Melinda sekaligus mengklarifikasi kesan bahwa ST Telemedia mempertanyakan ketersediaan dana Indonesia untuk buy back saham di Indosat. Menurut Melinda, pernyataan yang dibuat oleh SVP International Operation ST Telemedia Jaffa Sanny itu hanya mengulangi apa yang pernah diungkapkan pemerintah. Mengenai kondisi pasar telekomunikasi seluler di Indonesia, ST Telemedia menyebut persaingan yang terjadi cukup 'hangat'. "ST Telemedia menyadari bahwa pemberian harga adalah salah satu cara untuk menarik konsumen baru untuk jaringan operator," ujar Melinda merujuk pada penetapan tarif bersaing yang dilakukan operator di Indonesia. ST Telemedia merupakan pemilik sebagian saham di Indosat. Tepatnya, sebanyak 40 persen saham Indosat dimiliki oleh Asia Mobile Holdings (AHM). Di AHM, ST Telemedia memiliki 75 persen saham dan 25 persen sisanya dimiliki Qatar Telecom. Dengan komposisi itu, menurut Melinda pihaknya tak ingin dikatakan sebagai pemilik saham mayoritas Indosat. "ST Telemedia secara efektif hanya memiliki saham sekitar 30% di Indosat. Dan itu tidak dapat dikatakan sebagai pemilik saham mayoritas," tuturnya.
(wsh/wsh)