Peserta Tender SLI Lecehkan Pemerintah?
- detikInet
Jakarta -
Dalam Rapat Kerja Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) beserta jajarannya dengan Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), anggota dewan menyuarakan kekhawatiran adanya peserta tender Sambungan Langsung Internasional (SLI) yang seakan-akan melecehkan pemerintah. Hal itu disuarakan Deddy Djamaludin Malik dari Fraksi PAN dalam rapat kerja yang digelar Senin (24/9/2007) di Gedung DPR, Senayan, Jakarta. "Ini kan tender besar, masa seleksi administratif saja tidak becus," ujarnya tanpa menyebutkan operator mana yang dikhawatirkan. Deddy pun mempertanyakan mengapa pemerintah tidak memberi peringatan keras pada peserta tersebut. Karena keduanya dianggap Deddy terkesan main-main. "Pak Basuki jangan baik-baik saja. Sekali-kali Bapak menggebrak. Ini harus ada peringatan keras," ujarnya pada Dirjen Pos dan Telekomunikasi sekaligus Ketua Panitia Seleksi SLI Basuki Yusuf Iskandar. Basuki mengatakan akan mempertimbangkan apakah perlu ada peringatan atau tidak. Namun yang pasti, lanjut Basuki, insiden ini akan menjadi masukan dalam tender berikutnya yang digelar Depkominfo. Tak PuasMenkominfo Mohammad Nuh pun mengungkapkan ketidakpuasannya dalam tender ini. Nuh dan tim seleksi lainnya mengaku tidak puas karena tidak ada end to end fight. Seperti dijelaskan oleh Basuki, dari tiga peserta yang mengikuti tender, dua peserta gagal dalam seleksi administratif. Akibatnya, hanya pihak Bakrie Telecom saja yang dilakukan proses konfirmasi, sedangkan yang gagal dalam administrasi tidak diproses lagi.Nuh pun mengaku sempat kesal dengan peristiwa itu. "Terus terang, pada saat dilaporkan tim seleksi tender SLI, saya berkata ini apa-apaan, kok gini aja nggak bisa?" ujar Nuh mengulangi reaksinya terhadap ketidaklengkapan administratif. "Ini kan tender besar, kok gagalnya hanya gara-gara administratif. Terus terang tim merasa agak 'panas' dan khawatir ini adalah sebuah skenario," lanjut Nuh. Menkominfo dan jajarannya pun menepis rumor yang menyebutkan Bakrie Telecom menang akibat konspirasi dalam tim seleksi.
(wsh/wsh)