Telkom Susun Cetak Biru Budaya Digital
- detikInet
Jakarta -
PT Telkom Tbk tengah menyusun cetak biru perkembangan budaya digital demi memacu pertumbuhan bisnis konten yang sehat dan kreatif.Untuk memuluskan penyusunan cetak biru itu, digandenglah berbagai pihak terkait di industri kreatif untuk berbagi pengalaman dan masukan, seperti Menneg BUMN Sofyan Djalil, Menpora Adhyaksa Dault, dan sutradara kawakan Garin Nugroho.Selain itu, Telkom juga memperkenalkan komunitas Indigo atau Indonesia Digital Community sebagai langkah konkrit dukungannya dalam mewadahi sektor industri kreatif yang terdiri dari musik, animasi, games, desain, software, sastra, dan publikasi.Direktur IT and Supply Telkom, Indra M. Utoyo, menjelaskan, Indonesia sebagai bagian dari perekonomian dunia sudah tak bisa lepas dari pengaruh dan perkembangan budaya digital."Industri telekomunikasi beserta kompleksitas kontennya tak terelakkan berkembang menjadi salah satu pemicu utama perkembangan industri berbasis kreativitas," tuturnya dalam penjelasan tertulis yang dikutip detikINET, Minggu (16/9/2007).Vice President Public and Marketing Communication Telkom, Eddy Kurnia mengatakan, Telkom akan lebih fokus mengejar pendapatan dari bisnis konten ketimbang sekadar mengandalkan bisnis infrastruktur."Bisnis konten terus melonjak seiring meningkatnya apresiasi masyarakat terhadap nilai dari informasi. Melalui infrastruktur yang kami miliki, Telkom siap memasuki pasar industri konten kreatif ini," tandasnya.Pejuang, Modernisasi, TrisulaSementara di lain kesempatan, Telkom Divisi Regional I Sumatera menggelar tiga program terbaru demi memperbaiki performansi pelayanan pelanggannya. Ketiga program itu disebut sebagai Pejuang Sumatera, Modernisasi Pengelolaan Kancatel se-Divre I Sumatera, dan Program Trisula.Pejuang Sumatera merupakan akronim dari petugas kunjungan pelanggan, di mana seluruh karyawan Telkom Sumatera diklaim akan proaktif melayani pelanggan. "Prinsip dasarnya adalah Telkom membutuhkan pelanggan, bukan lagi pola pikir lama bahwa Telkom yang dibutuhkan pelanggan," jelas EGM Divre I Telkom Muhammad Awaluddin.Sementara program modernisasi Kancatel di 23 kantor cabang Telkom disebut-sebut sebagai upaya untuk mendorong para manajernya agar memahami kebutuhan pelanggan di areanya masing-masing serta mampu menyelesaikan permasalahan pelanggan di hari yang sama.Sedangkan dengan program Trisula atau tiga supremasi layanan, Awaluddin mengharapkan seluruh Kandatel di Divre I mampu memimpin pasar dengan berbekal produk unggulan, layanan operasional yang prima, serta mempertahankan hubungan baik dengan pelanggan.Adapun produk layanan Telkom yang penjualannya tengah digeber di Sumatera, meliputi telepon tetap kabel, telepon nirkabel tetap Flexi, dan akses internet pita lebar Speedy. Hingga semester I 2007, Telkom telah memiliki 800 ribu pelanggan Flexi dan 22,3 ribu pelanggan Speedy di Sumatera.
(rou/rou)