Jalur Internet Asing Enggan Mampir di Indonesia
- detikInet
Jakarta -
Di tengah luasnya wilayah Indonesia yang dilalui beberapa jalur kabel fiber optik yang berasal dari berbagai negara, ternyata hanya memiliki satu landing point. Kabel fiber optik dari berbagai negara itu selama ini terkesan hanya numpang lewat tanpa mampir.Hal itu diungkapkan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Mohammad Nuh di sela acara penandatanganan nota kesepahaman antara The Habibie Center, Institut Teknologi Bandung dan Digital Divide Institude dalam mengentaskan masalah kesenjangan digital di Indonesia, yang bertempat di kantor The Habibie Center Jakarta, Selasa petang (24/7/2007).Nuh mengatakan, ibarat terminal dan bandar udara tidak ada satupun armada bis dan pesawat yang singgah di wilayah Indonesia. Semuanya hanya numpang lewat dan melintas di langit kita tanpa mengambil dan menurunkan penumpang, imbuhnya."Hal ini maknanya apa? Yaitu, tak ada transaksi di sini (di wilayah Indonesia-red) karena mereka berfikir kalau nggak ada transaksi untuk apa harus mandek, sebab kalau ada pasti dia nimbrung," jelas Nuh.Saat ini, lanjut Nuh, hanya ada satu landing point kabel fiber optik yang memanfaatkan punya Indosat dan Telkom. Sehingga dengan dibangunnya Palapa Ring ini ke depannya Indonesia akan membangun landing point yang baru. "Seperti di Manado nanti akan ada landing point, jadi transaksi informasi yang dekat dengan daerah tersebut seperti dari Filipina bisa transit di Indonesia lalu yang sebelahnya lagi kan bisa ke Malaysia," tukasnya.Jadi Palapa Ring tidak hanya untuk di Indonesia saja tetapi dari ring yang dibangun ini, menurut Nuh, kita bisa mempunyai jalan tembus ke tempat lain. Paling tidak, transaksi dari luar negeri atau dari negara tetangga kita bisa mandek dan transit sehingga kita bisa memfungsikan diri sebagai hub."Nah taruhlah jika ada orang Malaysia yang mau kirim informasi ke Australia, kan mereka bisa lewat ring kita," tandasnya.
(ash/wsh)