Penilaian Tender SLI Berat di Pembangunan
- detikInet
Jakarta -
Rencana pembangunan infrastruktur menjadi poin utama dalam kriteria penilaian tender Sambungan Langsung Internasional (SLI). Kriteria ini memiliki bobot tertinggi dari kriteria lain sebesar 55 %.Hal itu terungkap dalam acara Aanwijzing (rapat penjelasan) seleksi penyelenggara jaringan tetap sambungan langsung internasional (SLI) di Gedung Sapta Pesona, Kantor Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi (Postel), Jakarta, Jumat (20/7/2007).Dirjen Postel Basuki Yusuf Iskandar, selaku ketua panitia seleksi penyelenggara jaringan tetap SLI, mengatakan bobot terberat itu sesuai dengan tujuan tender. "Kami ingin menghadirkan pemain baru yang bisa menyediakan infrastruktur baru pula. Hal itu demi mengakhiri era duopoli (Telkom dan Indosat-red) di layanan SLI," ujar Basuki Selain soal pembangunan, kriteria kedua dengan bobot 35 persen adalah rencana bisnis alias business plan. Hal ini meliputi data trafik SLI yang diprediksikan, tarif sewa jaringan, serta tarif layanan. Sedangkan untuk bobot penilaian terkecil adalah pada profil perusahaan (10 persen). Kriteria ini menyangkut pengalaman perusahaan, kondisi keuangan, kepemilikan, serta rekam jejak. Lebih lanjut Basuki menjelaskan rencana pembangunan infrastruktur penyelenggara SLI nantinya harus mencakup seluruh Indonesia (Nasional). Pemenang, ujarnya,akan diwajibkan membangun setidaknya dua Sentra Gerbang Internasional (SGI). Dari dua SGI yang disyaratkan tersebut, salah satunya harus bisa diakses oleh seluruh operator. Mekanismenya, lanjut Basuki, operator lain akan diperbolehkan menyewa jaringan dari pemegang lisensi SLI.
(wsh/wsh)