Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
'Tarif Retail Internet Bisa Turun 40%'

'Tarif Retail Internet Bisa Turun 40%'


- detikInet

Jakarta - Tarif retail internet diyakini bisa turun jika biaya jasa pengangkut lalu lintas internet juga diturunkan. Solusi internet exchange nasional pun dianggap bisa jadi jawaban atas mahalnya tarif dan tidak terjangkaunya lokasi penyelenggara jasa internet (ISP).Direktur Pemasaran PT Indosat Tbk, Guntur S. Siboro, meyakini penurunan tersebut kala meluncurkan solusi layanan Indosat National Internet Exchange (INIX), di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (28/6/2007)."Dengan layanan INIX berbasis MPLS yang kami tawarkan ini, bisa membuat para ISP yang menggunakan solusi tersebut menyelenggarakan jasa internet dengan biaya 60% dari tarif saat ini," ujarnya.Guntur menegaskan, dengan penurunan tarif yang ditawarkan kepada ISP tersebut akan berdampak langsung pada penurunan tarif ritel pelanggan internet, setidaknya 40% dari tarif yang dirasakan pengguna akhir saat ini."Ketika pelanggan mengetahui beban tarif Internet Exchange dari ISP-nya turun, tentu mereka juga menuntut penurunan harga. ISP pun mau tak mau akan menurunkan tarif ritelnya karena tingkat persaingan antar ISP juga sangat tinggi," tukasnya.Dari layanan INIX tersebut, Indosat menargetkan pendapatan Rp 1 miliar setiap bulannya. Hingga akhir 2007, perusahaan optimistis mendapatkan Rp 6 miliar dari layanan lalu lintas internet broadband domestik itu.Guntur mengatakan, pendapatan tersebut bisa diraih perusahaan asalkan total kuota bandwidth 2 Gbps yang ditawarkan melalui solusi lalu lintas domestik itu berhasil diserap habis pasar ISP.Masih Jauh Dari TargetSaat ini, kata Guntur, pengguna Internet di Tanah Air baru mencapai 7% dari total populasi penduduk 220 juta. Padahal, berdasarkan kesepakatan dalam World Summit on Information Society (WSIS) pada November lalu di Tunisia, minimal 50% dari masyarakat dunia harus terhubung dengan akses informasi, salah satunya melalui internet."Program kami sejalan dengan misi pemerintah untuk menekan harga bandwidth dengan menawarkan tarif koneksi dengan harga lebih murah. Sehingga pada 2010 nanti, target 100 juta lebih pengguna internet di Indonesia bisa tercapai," katanya.Ia menjelaskan, INIX menjadi solusi alternatif layanan internet domestik yang selama ini menggunakan routing internasional. Dengan koneksi tersebut akses internet lokal menjadi lebih cepat dan efisien tanpa melalui jaringan internasional.Dalam menghadirkan layanan tersebut, Indosat telah menghadirkan titik interkoneksi di 14 kota di Indonesia, antara lain, Jakarta, Medan, Bandung, Semarang, Surabaya, Batam, Pekanbaru, Jatiluhur, Palembang, Balikpapan, Malang, Yogyakarta, Solo, Denpasar. "Pada ulang tahun Indosat yang ke-40 nanti, kami harapkan lokasinya bertambah menjadi 40-50 kota, sesuai milestone kami," tukas Guntur.Division Head Fixed & MIDI PT Indosat, Wibisono Hadiputro, berharap, dengan penurunan biaya layanan lalu lintas internet domestik yang ditawarkan pihaknya, mampu menumbuhkan ISP baru di luar Jakarta, sehingga akses internet dengan tarif terjangkau juga bisa dinikmati masyarakat daerah."Ekspektasi kita, ISP di daerah bisa tumbuh pesat nantinya karena konsentrasi penyebaran ISP 80% masih terpusat di Jakarta. Kami harap, ISP di Pulau Jawa bisa bertambah 20%-30% dan di luar Jawa bisa tumbuh 30%-40%," ujarnya.Pun, dengan layanan INIX, kata Wibisono, tingkat keterlambatan akses informasi internet lokal maupun internasional bisa turun hingga 30 mili detik dari kondisi saat ini. Menurutnya, saat ini tingkat latency untuk koneksi ke kawasan Asia mencapai 100 milisecond, sementara ke negara Eropa sekitar 200-300 milisecond.Uniknya, tingkat latency untuk koneksi ke Eropa dan lokal Indonesia justru tak jauh berbeda. "Dengan solusi ini tingkat latency untuk koneksi konten ke Jakarta dari daerah bisa turun hingga 150 milisecond," tandasnya. (rou/rou)







Hide Ads