Pelanggan Email Mobile Broadband Diproyeksi 3,5 Juta
- detikInet
Jakarta -
Tiga tahun mendatang, jumlah pengguna layanan surat elektronik (email) di Indonesia diproyeksikan mencapai 58,7 juta. Dari angka tersebut, 3,5 juta di antaranya merupakan pelanggan email yang menggunakan fasilitas akses pita lebar bergerak atau mobile broadband.Direktur Utama PT Telkomsel, Kiskenda Suriahardja, optimistis proyeksi jumlah pengguna email tersebut bakal tercapai karena internet dan seluler akan berkonvergensi, sehingga keterhubungan dan akses makin mudah didapat."Kehadiran mobile email dan wireless broadband menjadi solusi para pengguna email yang mempunyai tingkat mobilitas tinggi dalam melakukan aktivitas kesehariannya," ujarnya, di sela ajang Indonesia Celluler Show 2007, Jakarta Convention Center, Jakarta. Ajang ini berlangsung sejak 27 Juni hingga 1 Juli 2007.Demi memudahkan pelanggan mengakses email secara mobile, Telkomsel menghadirkan fitur push email yang bisa digunakan oleh pelanggan prabayar maupun pascabayar melalui layanan Telkomsel 'You've Got Mail'.Layanan yang dapat mengakses hingga lima akun sekaligus itu, seperti, Hotmail, Yahoo, Google Mail, AOL, dan CBN, menurut Kiskenda, merupakan salah satu konten aplikasi yang menandai konvergensi dari layanan email dan akses pita lebar seluler secara lebih luas. Layanan tersebut juga dapat mengakses beragam email dengan protokol POP3/IMAP4."Dahulu, pelanggan hanya bisa membuka email lewat komputer via internet, kini email bisa langsung dibaca dan dibalas langsung lewat ponsel dengan teknologi mobile wireless broadband. Pelanggan Telkomsel cukup menekan *969# langsung dari ponselnya," tukasnya.Era Nirkabel Pita LebarPada dasarnya, penyelenggaraan layanan mobile email dan internet broadband wajib didukung oleh jaringan yang luas dengan jaringan inti yang senantiasa dipersiapkan untuk mendukung implementasi teknologi terkini.Oleh karenanya, Kiskenda menjelaskan, Telkomsel terus mengupayakan inovasi teknologi berkelanjutan terlengkap mulai dari generasi kedua GSM atau 2G seperti Circuit Switched Data (CSD), Global Packet Radio Service (GPRS), Enhanced Data rate GSM Evolution (EDGE), dan generasi ketiga atau 3G berbasis Wideband Code Division Multiple Access (W-CDMA) dan High Speed Downlink Packet Access (HSDPA).Evolusi teknologi GSM tersebut menghadirkan peningkatan kenyamanan bagi pengguna layanan data, di mana pada setiap tahapan implementasi teknologi tersebut memberikan peningkatan kecepatan data yang signifikan, yang mempengaruhi waktu mengunduh (download) data menjadi lebih singkat. Bahkan dengan teknologi berbasis HSDPA diyakini menawarkan kecepatan hingga 3,2 mega bit per detik (Mpbs) atau 50 kali lebih cepat dari sistem dial up internet biasa.Sebelumnya, pada awal hadirnya teknologi GSM berbasis CSD, kecepatan data hanya berkisar 9,6 kbps hingga 57,6 kbps. Seiring dengan percepatan penggelaran jaringan hingga pelosok Indonesia, evolusi teknologi pun bergulir yakni GPRS dengan kecepatan mencapai 100 kbps, EDGE hingga 384 kbps, dan 3G W-CDMA mencapai 2 Mpbs.Bila dilihat dari peningkatan kecepatan layanan datanya, maka sejak mulai hadirnya teknologi GSM berbasis CSD di Indonesia pada 1994 hingga kini berbasis HSDPA, telah meningkat lebih dari 333 kali lipat, dari 9,6 kbps menjadi 3,2 Mbps.
(rou/ash)