Satelit Sumbang 20% Penetrasi Internet
- detikInet
Jakarta -
Presiden Direktur Indosat M2, Indar Atmanto, mengatakan kontribusi satelit terhadap penetrasi internet di Indonesia adalah 20-30 persen. Saat ini, kata Indar, pengguna Internet di Indonesia adalah 8 persen dari 220 juta jiwa penduduk Indonesia.Namun dari angka itu, yang menjadi pelanggan diperkirakan hanya seperlimanya. Untuk pelanggan internet broadband, diperkirakan 40.000 pengguna."Secara industri, pasar satelit di 2006 mencapai US$ 2 miliar," ujar Indar, dalam acara Apsat (Asia Pasific Satellite) 2007 International Conference di Hotel Le Meridien Jakarta, Kamis (14/6/2007).Pertumbuhan per tahun pengguna satelit menurutnya mencapai 27 persen, sedangkan pendapatan dari tahun ke tahun 17 persen dari US$ 2 miliar. Persentase yang sama juga terjadi di bisnis internet, lanjutnya.Direct to HomeMenurut Indar, satelit cocok untuk broadband penetration langsung ke rumah-rumah. "Bukan hanya untuk perusahaan, sekarang sudah waktunya untuk pasar tingkat konsumen (langsung ke rumah-rumah-red). Teknologinya sudah ada, dengan Satelit Ku-Band," tukasnya.Harga untuk layanan broadband via satelit, ujar Indar, relatif lebih murah. Ia yakin teknologi ini bisa menghasilkan layanan dengan tarif di bawah Rp 2 juta per bulan. Itu sudah termasuk antena dan modem, sedangkan biaya layanannya bisa di bawah Rp 1 juta per bulan.IM2 saat ini telah memanfaatkan Satelit Palapa C2 untuk menghantarkan internet broadband langsung ke rumah-rumah di Sumatera, Jawa, Bali, Sulawesi Selatan dan Kalimantan Selatan. Layanan itu di-soft launch April 2007 dan resmi digelar Mei 2007.Saat ini baru ada dua atau tiga pengguna layanan tersebut. Namun, hingga akhir tahun 2007, IM2 menargetkan 500-1.000 pelanggan. Pasar potensialnya, tutur Indar, adalah perkebunan, Pemerintah Daerah, dan area lain yang tidak terjangkau kabel.Bisnis satelit Indosat mengkontribusi 20-30 persen dari pendapatan Multimedia Internet Data (MIDI). MIDI menyumbang 15 persen dari pendapatan total Indosat. Tahun 2006 total pendapatan indosat diperkirakan mencapai Rp 17 triliun.
(wsh/ash)