Oktober, Indosat Janji Bangun Telepon Umum
- detikInet
Jakarta -
PT Indosat Tbk berjanji akan membangun fasilitas telepon umum yang tersebar di seluruh Indonesia mulai Oktober 2007 mendatang dengan menggunakan jaringan telepon tetap nirkabel StarOne.Direktur Utama PT Indosat, Johnny Swandi Sjam, mengatakan pembangunan tersebut baru bisa dimulai usai layanan StarOne di area Jabotabek, Jabar, dan Banten selesai dimigrasikan dari frekuensi 1900 MHz ke 800 Mhz pada September ini."Kewajiban kami dalam membangun telepon umum memang tertunda sejak tahun lalu karena masalah frekuensi yang tidak jelas," ujarnya pada detikINET, di Kantor Pusat PT Indosat, Selasa (12/6/2007).Meski demikian, Johnny menegaskan, pihaknya selaku pemegang lisensi jaringan tetap akan berkomitmen penuh memenuhi Keputusan Menteri No. 21/2001 yang tertuang dalam lisensi modern. "Kami akan memenuhinya dengan mengalokasikan 3% dari kapasitas StarOne yang mencapai 2,5 juta sambungan pada tahun ini.""Namun alangkah baiknya bila kewajiban membangun telepon umum tersebut diubah menjadi fasilitas yang lebih bermanfaat bagi masyarakat sesuai dengan kondisi saat ini," sambungnya.Penggantian HandsetTerkait migrasi frekuensi layanan StarOne di area Jabotabek, Jabar, dan Banten, Johnny mengaku belum tahu pasti jumlah perangkat yang harus diganti dari sekitar 50.000 pelanggan yang masih menggunakan handset dengan frekuensi tunggal 1900 MHz."Lima puluh ribu pelanggan tersebut akan kami identifikasi dengan melacak nomor IMEI ponsel yang terdaftar dalam sistem kami mulai Oktober," ujarnya. Namun sayangnya, ia belum bisa menyebutkan anggaran penggantian handset sekaligus proses pendataan pelanggan secara detail.Namun Johnny menegaskan, Indosat akan membereskan semua permasalahan yang menghambat pertumbuhan StarOne setelah migrasi frekuensi layanan tersebut rampung. "Mulai Oktober kita geber semua." Ia optimistis, StarOne di area migrasi tersebut bisa menggapai 80.000 hingga 100.000 pelanggan sampai akhir tahun.Secara nasional, pelanggan StarOne hingga Juni telah mencapai angka 500.000. Hingga akhir 2007, Johnny yakin pengguna layanan telepon tetap nirkabelnya itu bisa meningkat menjadi 800.000 pelanggan sejak beroperasinya layanan tersebut di 22 kota di Indonesia.
(rou/nks)