Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Malaysia dan Timur Tengah Juga Minati Palapa Ring

Malaysia dan Timur Tengah Juga Minati Palapa Ring


- detikInet

Jakarta - Tiga perusahaan, yang diantaranya datang dari Negeri Jiran dan Timur Tengah, siap menantang konsorsium tujuh perusahaan dalam memperebutkan tender kontrak pembangunan jaringan serat optik Palapa Ring di sepanjang kawasan timur Indonesia.Kabag Umum dan Humas Ditjen Postel Gatot S. Dewa Broto mengungkapkan, ketiga perusahaan tersebut ialah Nawras Development LLC (Oman), MCM-Tech Berhad Malaysia, dan PT Aqela Communications. "Ketiganya siap maju sendiri-sendiri," ujarnya kepada detikINET, Rabu (16/5/2007).Sebelumnya, Dirjen Postel Basuki Yusuf Iskandar mengungkap, ada tujuh perusahaan yang akan menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) kerja sama konsorsium senilai Rp 3 triliun itu. Ketujuh perusahaan itu meliputi PT Telkom Tbk, PT Indosat Tbk, PT Excelcomindo Pratama Tbk, PT Infokom Elektrindo, PT Bakrie Telecom Tbk, PT Powertek Utama Internusa (representasi dari Linbrooke Worldwide Ltd, Inggris), dan PT Nusantara Ekaprana Teknogunakelola."Penandatangan MoU itu terpaksa kita undur seminggu, menjadi Rabu depan (23/5/2007), karena Menkominfo M. Nuh diminta untuk mendampingi Presiden SBY saat menerima kedatangan Raja dari Malaysia," jelas Gatot.Peminat megaproyek Palapa Ring diperkirakan masih akan terus bertambah sebelum tender digelar sekitar Oktober-November 2007. Salah satunya ialah PT Potensi Bumi Sakti. Namun menurut Gatot, perusahaan yang satu ini masih belum memberikan kejelasan seputar rencananya dalam proyek prestisius tersebut.Palapa Ring merupakan jaringan serat optik pita lebar yang berbentuk cincin yang mengitari tujuh pulau, yakni Sumatra, Jawa, Kalimantan, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, dan Papua, serta delapan jaringan penghubung dan satu cincin besar yang mengelilingi Indonesia baik lewat dasar laut atau pun lewat daratan.Infrastruktur yang akan menghubungkan 33 provinsi dan 460 kabupaten di Indonesia dengan data kecepatan tinggi dan berkapasitas besar mencapai 320 gigabit per detik (Gbps) hingga 40 terrabit per detik (Tbps) itu bakal dilalui lewat jaringan serat optik bawah laut sepanjang 35.280 kilometer dan serat optik bawah tanah 21.708 kilometer. (rou/wsh)







Hide Ads