FlexiCombo Dongkrak Pendapatan FWA Telkom
- detikInet
Jakarta -
Meski pertumbuhan pelanggan telepon tetap nirkabel (Fixed Wireless Access/FWA) Flexi terhambat karena migrasi, namun PT Telkom mengklaim pihaknya tetap berhasil membukukan pendapatan kotor (gross revenue) sebesar Rp 750 miliar pada kuartal pertama 2007 ini.VP Public & Marketing Communication PT Telkom, Eddy Kurnia, mengatakan pendapatan itu tumbuh sebesar 15 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya."Pertumbuhan pelanggan tetap terjadi meski adanya isu migrasi frekuensi berkat layanan FlexiCombo yang telah digunakan 1,13 juta pelanggan," kata Eddy dalam jumpa pers di Gedung Telkom, Grha Citra Caraka, Jakarta, Selasa (8/5/2007).Hingga akhir kuartal pertama 2007 ini, pelanggan Flexi secara nasional telah mencapai 4,6 juta dengan rata-rata penggunaan (Average Revenue Per User/ARPU) sekitar Rp 60.000.Selain inovasi FlexiCombo, lanjut Eddy, yang menjadi pemicu lain untuk mendongkrak pendapatan adalah tarif yang ditawarkan Flexi. Eddy mengatakan tarif Rp 49 per menit yang ditawarkan Flexi merupakan yang termurah dan paling kompetitif untuk ukuran operator berbasis teknologi CDMA."Berdasarkan survei, 90 persen konsumen kami umumnya hanya bicara di bawah tiga menit. Jadi, untuk apa kita menawarkan tarif murah dengan syarat mencapai satu jam, kalau itu tidak diperlukan pelanggan," kata Eddy.Akui KebocoranSejatinya, Flexi merupakan layanan telepon dalam cakupan kode area terbatas. Namun oleh Telkom, layanan tersebut jadi memungkinkan pelanggan berkomunikasi di luar kode areanya dengan fitur yang disebut FlexiCombo."Kami akui secara teknis layanan ini di beberapa lokasi mengalami kebocoran sehingga tidak comply dengan aturan. Namun, kita akan tutup kebocoran tersebut secepatnya," tukas Eddy.
(rou/ash)