Regulator Terus Pelototi Flexi Combo dan Esia GoGo
- detikInet
Jakarta -
Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) menegaskan pihaknya masih terus mengawasi sepak terjang fitur panggilan terusan (call forwarding) yang terdapat pada layanan Flexi Combo dan Esia GoGo.Seperti dikemukakan anggota BRTI Kamilov Sagala, masih ditemui sejumlah pelanggaran pada produk besutan PT Telkom Tbk dan PT Bakrie Telecom Tbk tersebut."Khususnya Esia, Ketika saya di Banten masih ditemukan pelanggaran penggunaan kode area. Jika terus begitu, ada kemungkinan layanan ini dihentikan," kata Kamilov."Ingat, kami masih terus mengawasi sepak terjang kedua layanan tersebut, tidak berhenti sampai di sini," Kamilov menegaskan. Flexi Combo dan Esia GoGo merupakan layanan yang memungkinkan pelanggan layanan telepon tetap nirkabel dengan mobilitas terbatas untuk berkomunikasi di kota lain tanpa harus mengganti kartu dan menawarkan tarif yang tetap murah.Kedua layanan tersebut sempat dipermasalahkan karena mirip dengan layanan seluler dan dinilai menyalahi ketentuan fixed wireless access (FWA) seperti diatur dalam Kepmenhub No. 35/2004 tentang Penyelenggaraan Jaringan Tetap Lokal Tanpa Kabel dengan Mobilitas Terbatas. Meski demikian, kasus tersebut menguap karena masing-masing pihak operator mengklaim sudah tidak ada masalah lagi.Direktur Corporate Services PT Bakrie Telecom, Rakhmat Junaidi, mengakui adanya kebocoran sinyal di daerah yang dimaksud pada awal Januari-Februari 2007 lalu. Tak cuma Banten ternyata, menurut dia, di daerah Garut pun hal yang serupa terjadi."Namun sudah langsung kita benahi. Pokoknya kita selalu patuh pada permintaan regulator," tukas Rakhmat kepada detikINET, Rabu (11/4/2007).Ia menjelaskan, kebocoran di Banten disebabkan ada satu vektor yang terbuka dan lupa ditutup kembali. Sementara di Garut, kasus yang menimpa diklaim karena lokasi infrastruktur yang terlalu tinggi."Karena tempatnya di atas bukit, jadi terlalu tinggi sehingga sinyal menyebar ke tempat lain. Namun perbaikan sudah kami lakukan dengan men-tilt down BTS tersebut sehingga hal tersebut tidak terjadi lagi," jelas Rakhmat.
(rou/wsh)