Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
'Penggabungan WiMax dan 3G Bisa Turunkan Tarif'

'Penggabungan WiMax dan 3G Bisa Turunkan Tarif'


- detikInet

Jakarta - Jepang menganggap, teknologi akses pita lebar WiMax bukan sebagai ancaman bagi bisnis 3G di Indonesia. Bahkan, penggabungan antar keduanya dinilai bisa menurunkan tarif dan berimbas menguntungkan konsumen.Hal itu disampaikan Yutaka Morikawa, Senior Expert untuk divisi solusi Mobile Network NEC Corporation dari Jepang, dalam seminar 3G and Next Generation Network Mobile Communication yang digelar sehari penuh di Hotel Nikko, Jakarta, Kamis (5/6/2007). "Penggabungan tersebut justru bisa memperluas cakupan operator 3G dan menurunkan tarif data," ujarnya.Morikawa menjelaskan, penurunan tarif tersebut bisa terjadi asalkan trafik pelanggan sudah penuh sehingga operator harus memindahkannya ke spektrum frekuensi lainnya. "Operator 3G bisa mengenakan tarif lokal yang lebih murah dengan cakupan yang dimiliki WiMax," tukasnya.Di kesempatan yang sama, Dirjen Pos dan Telekomunikasi, Basuki Yusuf Iskandar membenarkan kedua teknologi itu bisa dijalankan secara bersama nantinya. "Operator jangan takut WiMax akan menghancurkan bisnis 3G," tambahnya, menyemangati.Meski diakuinya tidak mudah, Basuki mengatakan pihaknya akan mengupayakan kebijakan yang menghindari benturan teknologi Wimax dan 3G, serta kebijakan yang menyelamatkan investasi yang sudah ditanamkan pada teknologi sebelumnya.Sementara anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), Koesmarihati menjelaskan, skema tarif yang dipaparkan oleh pihak Jepang dalam acara tersebut dihitung berdasarkan volume pemakaian (volume base) bukan penghitungan berbasis biaya (cost base). "(Sayangnya) untuk saat ini Indonesia masih belum bisa menerapkan tarif berbasis volume tersebut," ujarnya. (rou/rou)






Hide Ads