Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Asing Banyak Caplok Investasi Telekomunikasi

Asing Banyak Caplok Investasi Telekomunikasi


- detikInet

Jakarta - Investasi telekomunikasi di Indonesia terbilang cukup besar. Sayangnya, kebanyakan dananya lari ke luar negeri.Vice President East Region PT Excelcomindo Pratama Kencono Wibowo mengatakan, investasi di sektor telekomunikasi mencapai US$ 3,5 miliar atau setara Rp 30 triliun tiap tahunnya. Sayangnya dana sebesar itu habis untuk belanja produk-produk impor. Akibatnya, dana sebesar itu belum bisa dicicipi industri dalam negeri."Seharusnya kita bisa ikut terjun juga di sektor itu. Buktinya Cina sudah bisa ikut dalam penyediaan perangkat telekomunikasi dan mulai menggeser Eropa," kata Kencono dalam video conference dari Makassar, Selasa (20/3/2007).Video conference dari Makassar tersebut adalah dalam rangka kerjasama PT Excelcomindo Pratama dengan 289 perguruan tinggi swasta (PTS) di Sulawesi, dalam menyediakan akses jaringan pita lebar berbasis protokol Internet.Kerjasama tersebut, menurut Kencono, merupakan wujud upaya perusahaan memajukan sektor teknologi informasi dan telekomunikasi (Information and Communication Technology/ICT) di Indonesia. "Harusnya dengan infrastruktur yang ada, dunia pendidikan bisa ikut memproduksi (perangkat telekomunikasi-red)," lanjut Kencono.Untuk merealisasikan penyediaan akses jaringan pita lebar berbasis IP itu, XL menggandeng Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) wilayah IX Sulawesi. Kencono mengatakan kerja sama penyediaan layanan itu berlangsung selama dua tahun terhitung sejak 20 Maret 2007.Ia menyebutkan layanan yang disediakan dalam kerja sama itu ialah layanan Multi Protocol Label Switch (MPLS) untuk video conference, komunikasi data, akses internet, layanan nilai tambah SMS, dan nomor XL korporat."Fasilitas video conference yang diujicobakan hari ini akan dinikmati oleh mahasiswa Sulawesi untuk pelaksanaan kuliah jarak jauh dengan dosen tamu yang berada di Jakarta dan luar kota lainnya," ujarnya. (nks/nks)





Hide Ads