XL akan Gelar Layanan FWA Awal 2008
- detikInet
Jakarta -
PT Excelcomindo Pratama Tbk. (XL) berharap bisa menggelar layanan telepon tetap nirkabel (fixed wireless access/FWA) mulai awal 2008. Layanan tersebut akan digelar di atas teknologi GSM."Tapi itu bila pemerintah meluluskan permohonan ijin kami di sekitar kuartal ketiga dan keempat tahun ini," kata Presiden Direktur XL, Hasnul Suhaimi, usai peluncuran Voice Music SMS (VMS) di Bellagio, Boutique Mall, Jakarta, Selasa (13/3/2007).Disampaikan Hasnul, XL sudah mengajukan ijin FWA ke Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi melalui surat nimor 040/PD/I/2007, tertanggal 4 Januari 2007.XL menurut Hasnul, sampai saat ini belum merinci di kota-kota mana saja layanan FWA akan digelar. Menurutnya, perusahaan akan melakukan riset pasar terlebih dulu, untuk menentukan kota-kota yang tepat yang tentunya tidak mematikan bisnis seluler yang sudah lebih dulu digarap."Kalau dapat frekuensi kita langsung riset pasar terlebih dahulu. Takutnya layanan seluler kita nanti malah terganggu. Setelah itu baru pembangunan dimulai, tidak lama kok cuma makan waktu 2-3 bulan," ujarnya."Kita tidak tertarik dengan CDMA, karena selain frekuensinya tidak ada, takutnya cost-nya juga akan lebih tinggi, karena perlu merubah tower dan frekuensi. Kalau pakai GSM tinggal menambah kapasitas, paling-paling lima kali lipat. Menambah kapasitas tidak semahal menambah coverage," tuturnya.Harapkan BHP Lebih MurahSebagai calon pemain baru di FWA, XL berharap pemerintah menurunkan Biaya Hak Penggunaan (BHP) frekuensi tidak semahal BHP frekuensi yang selama ini dibayarkan XL sebagai operator seluler."Kami ingin interkoneksi dan BHP harus lebih murah, karena investasi per subscriber di GSM lebih mahal 5-8 kali lipat dibanding investasi di CDMA," kata Hasnul.Menurutnya, XL menginginkan BHP frekuensi yang lebih murah agar bisa bersaing dengan operator FWA lainnya. Sebelum menggelar layanan, perusahaan akan terlebih dulu mengkaji skema bisnis. Perusahaan juga akan menyelesaikan masalah teknis terkait sulitnya pemisahan bandwidth carrier di GSM, serta masalah penomoran mengingat FWA memakai sistem penomoran yang berbeda.Ditemui di tempat yang sama, Dirjen Postel Basuki Yusuf Iskandar mengatakan, penghitungan BHP dua layanan yang digelar pada satu kanal memang lebih rumit dibanding layanan yang digelar di dua kanal."Sebenarnya bisa dibedakan antara seluler dan FWA, tapi perhitungan BHP-nya lebih rumit. Kalau di dua kanal itu bisa lebih mudah, yang satu untuk FWA, yang satu untuk seluler," kata Basuki.Basuki menyambut baik rencana XL menggelar layanan FWA, untuk meningkatkan penetrasi telepon tetap dan FWA di tanah air. "Penetrasi di FWA dan fix masih memprihatinkan. Dari 13 persen target RPJM (rencana pembangunan jangka menengah-red) 2009, sekarang baru 6-7 persen," ujarnya. "Sementara penetrasi seluler yang ditargetkan 20 persen pada RPJM 2009, sekarang saja sudah mencapai 25 persen," imbuhnya.
(nks/nks)