Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Banjir Jakarta
Kisah Penyelamatan Infrastruktur BTS Indosat
Banjir Jakarta

Kisah Penyelamatan Infrastruktur BTS Indosat


- detikInet

Jakarta - Banjir yang melanda Jakarta dan sekitarnya dalam sepekan lebih ini, pastinya menimbulkan gangguan dalam segala hal, termasuk layanan telekomunikasi para operator. Indosat sebagai salah satu operator yang tak luput dari musibah, sepatutnya bersyukur memiliki karyawan yang tergabung dalam klub Pecinta Alam. Kegiatan yang bermula dari hobi itu ternyata memegang peranan penting dalam kisah penyelamatan infrastruktur base transceiver station (BTS)."Tak dapat kami pungkiri bahwa jaringan dan layanan tetap berjalan normal ketika bencana tersebut terjadi karena peranan tim SAR (Search and Rescue, red), yang sejak hari pertama banjir sudah bergerak untuk menyelamatkan BTS dan infrastruktur Indosat," ujar Adita Irawati, Division Head Public Relation PT Indosat, kepada detikINET, Jumat (9/2/2007).Untuk keberlangsungan layanan telekomunikasi kepada masyarakat, BTS-BTS harus segera dipulihkan lagi dengan penyediaan genset beserta bahan bakarnya, padahal kondisi lokasi menuju BTS tersebut rata-rata telah tertutup banjir. Dengan adanya tim SAR ini, yang dilengkapi dengan perahu karet dan peralatan lainnya, genset dapat langsung berjalan, bahan bakar juga tersedia secara cepat untuk jangka waktu yang cukup lama. "Hasilnya, dalam waktu singkat layanan Indosat dapat kembali dipergunakan oleh masyarakat yang membutuhkan komunikasi dengan sanak saudara dan handai taulan," tutur Atje M. Darjan, pembina tim SAR Indosat.Dijelaskan, keberadaan tim SAR yang dibentuk di akhir 2006 ini adalah inisiatif dari Indosat sendiri, yang merupakan langkah antisipasi dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana alam yang menimpa karyawan dan keluarganya, aset perusahaan untuk kelangsungan pelayanan dan juga masyarakat sekitar.Tim ini pada awalnya beranggotakan karyawan yang tergabung dalam klub Pecinta Alam Indosat. Dalam perkembangannya, atas inisiatif anggota dan setelah mendapat persetujuan dari manajemen, tim ini menjadi tim resmi Indosat untuk kondisi bencana yang bertugas untuk melakukan penyelamatan terhadap karyawan keluarga, aset perusahaan serta masyarakat.Anggota SAR yang berjumlah 35 orang merupakan karyawan Indosat yang tergabung dalam unit Tim Indosat Adventurer (pencinta alam), tim security dan tim K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) yang telah mendapat pelatihan intensif berupa latihan fisik, panjat tebing, pengendalian perahu, latihan gunung-hutan serta pengetahuan mengenai pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K). Dalam bertugas mereka dilengkapi dengan perahu karet, kano, pelampung, dayung, pompa perahu, kompresor, peralatan pendukung evakuasi, dan kendaraan operasional. Semua perlengkapan ini diharapkan dapat mendukung gerak cepat tim SAR di saat melakukan penyelamatan dan bantuan.Sepanjang banjir menggenang beberapa waktu ini, selain melakukan penyelamatan aset dan karyawan, tim SAR Indosat secara bersamaan juga telah melakukan evakuasi dan penyelamatan bagi masyarakat korban banjir di Bekasi, antara lain di Nasio, Vila Nusa Indah dan sekitarnya, Kampung Melayu Kecil, Bukit Duri, Kalibata, Pesanggarahan, Pangkalan Jati, Lubang Buaya, Ciledug, Kelapa Gading, Sunter, Kuningan Barat, dan daerah lainnya. Selama bencana banjir ini, Adita menceritakan, Tim SAR Indosat telah membantu cukup banyak korban banjir, mulai dari bayi berusia 40 hari, orang sakit, ibu hamil hingga lansia dengan melewati rintangan arus banjir yang deras dan tantangan di lapangan lainnya. "Bahkan, TIM SAR Indosat dapat menembus salah satu daerah berbahaya di kawasan Kampung Melayu yang tidak berhasil ditembus oleh tim evakuasi lain untuk menyelamatkan penduduk yang terjebak banjir di wilayah tersebut," tandas Atje, yang juga salah satu Group Head di Indosat, dengan bangga. (rou/rou)







Hide Ads