Banjir Jakarta
Telkom: Kerugian Tak Sebanding Dengan Pemasukan
- detikInet
Jakarta -
PT Telkom Tbk. mengklaim mengalami kerugian Rp 15 miliar sampai Rp 18 miliar akibat musibah banjir yang melanda Jabodetabek seminggu terakhir."Kerugian tersebut tidak seberapa dibandingkan pendapatan kami yang sebesar Rp 8 triliun-Rp 10 triliun di Divre II (Jabodetabek, red) saja, justru yang sulit adalah pencegahan dan recovery akibat banjir," ujar Dirut Telkom Arwin Rasyid pada konperensi pers di Gedung Telkom, Grha Citra Caraka, Kamis (8/2/2007).Kerugian tersebut meliputi potensi pendapatan dari interkoneksi sebesar Rp 1 miliar-Rp 1,6 miliar (incoming), dari pendapatan Speedy Rp 0,3 miliar-Rp 0,5 miliar, serta dari kerusakan rumah kabel sebesar Rp 0,5 miliar-Rp 1 miliar. Sementara dari sisi kerugian akibat trunk 2,4,5 Rp 6 miliar-Rp 8 miliar, dan potensi kehilangan pendapatan dari layanan suara sebesar Rp 2 miliar-Rp 2,5 miliar.Telkom juga mengalami kerugian dari sisi abonemen yang harus dibayarkan perseroan sebagai kompensasi kepada pelanggan yang terkena dampak kerusakan jaringan sebesar Rp 4 miliar sampai Rp 5 miliar.Arwin mengungkapkan kompensasi pembebasan biaya abonemen sebesar Rp 30.000 per bulan per pelanggan. Kompensasi tersebut dibayarkan bagi pelanggan Telkom di Jakarta yang terkena gangguan karena banjir selama 3 hari atau lebih, sejak 2 Februari 2007. Telkom mencatat ada sekitar 132.000 pelanggan teleponnya yang terganggu akibat banjir. "Kompensasi akan dikonversikan pada tagihan bulan Maret," ujarnya.Sedangkan bagi pelanggan Speedy, menurut Arwin, mendapatkan tambahan kuota 10 MB untuk pemkaian Februari 2007 untuk pelanggan limited. Kompensasi juga diberikan berupa potongan harga 5% untuk abonemen tagihan Maret 2007 untuk pelanggan unlimited.Saat ini Telkom tengah mempertimbangkan untuk memberikan kompensasi tambahan lainnya. Sementara bagi Wartel dan Warnet, Telkom menyatakan tidak memberi kompensasi. "Mereka juga penyedia jasa seperti kita, dan kita sama-sama rugi. Jadi tak ada kompensasi," tandasnya.
(rou/nks)