Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Dampak Gempa Taiwan
Internet Filipina Terganggu Hingga Februari
Dampak Gempa Taiwan

Internet Filipina Terganggu Hingga Februari


- detikInet

Manila - Koneksi Internet di Filipina dipastikan akan mengalami gangguan sampai Februari, menyusul kerusakan kabel optis bawah laut akibat gempa Taiwan di bulan Desember.Sampai saat ini perusahaan telekomunikasi Filipina masih melakukan perbaikan infrastruktur yang rusak akibat gempa. PLDT (Philippine Long Distance Telephone Company), perusahaan telekomunikasi terbesar Filipina menyatakan perbaikan kabel bawah laut yang digunakan oleh perusahaan telekomunikasi negara-negara Asia Timur termasuk Filipina, diperkirakan rampung pada 21 Februari. Hal itu disampaikan PLDT dalam suratnya kepada Komisioner Abraham Abesamis di Komisi Telekomunikasi Nasional, seperti dilansir ABS-CBN News, Rabu (24/1/2007). Menurut data yang disampaikan PLDT, pada 20 Januari, tiga segmen kerusakan pada sistem kabel SMW3 dan China-US sudah diperbaiki. Sementara 12 segmen kerusakan lainnya sedang dalam perbaikan.Seperti hanya di Indonesia, gempa 7,1 SR di Taiwan telah melumpuhkan jaringan telekomunikasi dan Internet perusahaan-perusahaan telekomunikasi di Filipina, diantaranya PLDT, Smart Communications, Globe Telecom dan BayanTel.Kerusakan tersebut berimbas pada penurunan bandwidht sebesar 40 persen, berdampak pada kecepatan koneksi yang digunakan oleh perusahaan telepon, call center dan perusahaan bisnis outsourcing."Perbaikan pada segmen kerusakan lain akan terus dilanjutkan dan diharapkan akan selesai hingga 21 Februari mendatang," ujar Alfredo Carrera, wakil presiden PLDT untuk regulasi dan hubungan industri telekomunikasi.PLDT juga menerangkan bahwa tim perbaikan telah dikirim untuk mengatasi kerusakan koneksi dari sistem kabel yang meliputi sistem kabel SMW3, APCN, APCN2,China-US, C2C dan EAC. Sistem-sistem kabel tersebut merupakan penghubung negara-negara seperti Filipina, Taiwan, Cina, Korea dan Jepang ke Amerika Utara.Smart, yang merupakan 'kakak' perusahaan PLDT juga menyatakan masih tetap bekerja untuk menormalisasikan layanan data dan suara ke negara-negara lain. Globe Telecom juga menargetkan segala perbaikan dapat terselesaikan pada pertengahan Februari nanti. (nks/nks)





Hide Ads