Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Tender BWA 2,3 GHz Diundur Setahun

Tender BWA 2,3 GHz Diundur Setahun


- detikInet

Jakarta - Pemerintah memutuskan untuk menunda tender penyelenggaraan akses nirkabel pitalebar (broadband wireless access/BWA) di pita 2,3 GHz selama satu tahun."Tender BWA kami undur hingga tahun depan (2008) karena dari segi teknologi yang ada rasanya belum siap," ungkap Menteri Komunikasi dan Informatika Sofyan A. Djalil, saat berkunjung ke kantor detikINET Kamis (11/1/2007) malam.Penundaan tender yang rencananya digelar Februari 2007 ini, menurutnya, dikarenakan minimnya perangkat yang mendukung terselenggaranya layanan BWA di 2,3 GHz tersebut. "Baru teknologi WiBro dari Korea Selatan yang memenuhi syarat," ujar Menteri.Selain WiBro, teknologi lain yang bisa dijadikan pilihan untuk penyelenggaran BWA adalah WiMax. Namun yang menjadi permasalahan, tukas Sofyan, WiMax secara konsorsium industri belum menyediakan perangkat yang beroperasi di pita 2,3 GHz.Sebenarnya kebijakan penempatan BWA di pita 2,3 GHz memang tidak terlalu populer bagi penyedia perangkat maupun operator lama. Namun bagi operator satelit yang menempati frekuensi 2,5 GHz dan 3,5 GHz serta peminat penyelenggara BWA, hal itu merupakan langkah yang menggembirakan.Satu OperatorPemerintah sebelumnya juga berencana memilih enam operator penyelenggara pada masing-masing area di 17 wilayah. Sementara pada pita 2,3 GHz terdapat rentang 90 MHz atau enam blok (masing-masing 15 MHz) yang tersedia untuk enam calon operator BWA."Meski menunda hingga tahun depan, tapi di tahun ini kami tetap akan menenderkan satu blok (15 MHz) saja bagi satu calon operator yang mampu menyediakan layanan dengan perangkat di 2,3 GHz," ujar Sofyan."Namun dengan syarat operator itu memiliki kandungan lokal minimal 50 persen, contohnya seperti modal finansial, infrastruktur, konten, dan sumber daya manusia," imbuhnya.Seperti diketahui, hampir seluruh operator telekomunikasi besar, semisal Telkom, Telkomsel, Indosat, dan Excelcomindo, telah menyatakan minatnya dan mengaku siap untuk ikut tender penyelenggaraan akses nirkabel pitalebar tersebut. Serupa, alasannya tak lain demi mencari alternatif pemasukan bagi perseroan.Teknologi BWA diakui sangat memungkinkan penggunaan komunikasi suara, data dan Internet dengan kecepatan sangat tinggi. Kelemahan dari teknologi BWA, menurut Dirut Telkomsel Kiskenda Suriahardja, terdapat pada aspek mobilitas.Tender BWA merupakan salah satu cara pemerintah untuk menghadirkan Internet hingga ke daerah-daerah yang tak terjangkau. Bersama dengan infrastruktur serat optik yang mencakup seluruh nusantara dalam Palapa O2 Ring, Sofyan berharap BWA akan membantu menghadirkan layanan Internet murah di Indonesia. Keterangan Foto: Pimpinan Redaksi Detikcom Budiono Darsono (kiri) tekun menyimak penjelasan Menkominfo Sofyan A. Djalil (kanan) seputar masalah teknologi informasi dan telekomunikasi di Indonesia, serta masalah seputar dinamika pers. (rou/rou)





Hide Ads