Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Mobile-8 Masih Amati Pasar Video Call

Mobile-8 Masih Amati Pasar Video Call


- detikInet

Jakarta - Mobile-8 masih mengamati respon pasar terhadap layanan video call, sebelum memutuskan meluncurkan layanan yang sama. Layanan lain berbasis video tengah disiapkan untuk menjawab persaingan.Herman Then Kek Khian, Head of Marketing PT Mobile-8 Telecom mengatakan hal tersebut kepada detikINET, di Jakarta, Kamis (23/11/2006). Menurutnya, sampai saat ini pihaknya belum melihat contoh sukses layanan video call."Tapi kita akan mengeluarkan layanan video chatting dalam waktu dekat," ungkap Herman. "Layanan ini kita luncurkan sebagai bentuk inovasi, bukan layanan yang kita paksakan untuk booming karena layanan ini memang tidak memerlukan investasi yang terlalu besar," paparnya.Saat ini, menurut Herman, layanan berbasis video hanya memberi kontribusi yang kecil pada total pendapatan Mobile-8. Layanan TV Mobi misalnya, perkembangannya masih terhambat ketersediaan handset. Sumber pendapatan terbesar, menurutnya, masih berasal dari suara yaitu sekitar 75 persen. Berikutnya adalah dari SMS sebesar 20 persen, dan sisanya dari layanan data dan TV Mobi.Perluas JaringanMulai kuartal pertama 2007, operator seluler dengan teknologi CDMA ini akan memperluas jaringannya ke luar Pulau Jawa. Untuk tahap awal, sejumlah kota besar di Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi akan mulai digarap.Herman menjelaskan, untuk Sumatera pihaknya akan membangun infrastruktur di Medan dengan 70 BTS (base tranceiver station). Disusul Palembang dan Lampung, masing-masing dengan 30 BTS.Untuk Kalimantan, kota-kota yang akan dibangun adalah Banjarmasin, Palangkaraya, Pontianak, Samarinda dan Balikpapan. Di Sulawesi, perusahaan akan membidik Makassar dan Manado.Pada kuartal kedua 2007, perusahaan dengan produk Fren ini akan mematangkan infrastrukturnya di sejumlah kota di Nusa Tenggara. Untuk Bali, perusahaan yang belum resmi meluncurkan layanannya di Pulau Dewata ini, akan meluaskan infrastrukturnya tidak hanya di Denpasar, tapi juga sampai ke Singaraja. "Kita belum meluncurkan layanan secara resmi di Bali. Saat ini penjualan di Bali masih dilayani dari Jawa," ujar Herman. "Untuk Bali, kita melihat potensi yang besar untuk layanan data. Di sana banyak hotel yang letaknya di kawasan rural, dan tidak memiliki koneksi internet. Kalau kita layani dengan jaringan 1X, itu akan sangat mencukupi," paparnya.Setelah pembangunan kawasan luar Jawa, pembangunan akan dilanjutkan ke kawasan Indonesia Timur. Tahun 2008, Mobile-8 akan mengembangkan infrastrukturnya di Papua dan Maluku. (nks/nks)





Hide Ads