Menkominfo: Isu Jamming Sinyal Seluler Berlebihan
- detikInet
Bogor -
Menteri Komunikasi dan Informasi Sofyan Djalil mengaku heran atas silang pendapat mengenai rencana pengacakan (jamming) sinyal komunikasi radio seluler selama Presiden AS George W. Bush berada di Bogor. Kekuatiran dan keberatan yang muncul dinilainya terlalu berlebihan."Bukan masalah kok dipermasalahkan, ini kebutuhan sekuriti saja. Tapi kalau nanti menggangu konsumer, pemerintah tentu akan memberi pengumuman," kata Sofyan Djalil usai acara pencanangan Tim Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi di Istana Bogor, Jl. Ir. H. Juanda, Bogor, Jawa Barat, Senin (13/11/2006).Dijelaskan Djalil, jamming bukan berarti mematikan sama sekali saluran seluruh pemancar base transceiver station (BTS) di Bogor dan sekitarnya. Melainkan, pengacakan sinyal telepon seluler dalam jarak radius dan waktu yang sangat terbatas.Rencananya pada tanggal 20 November nanti, jamming hanya dilakukan sekitar 5 jam, yakni selama berlangsungnya pertemuan bilateral antara kedua negara tersebut. "Radiusnya sesuai kebutuhan, di sekitar Istana Bogor saja dan secara bergerak untuk Tol Jagorawi," tandas Djalil. (rou)
(rouzni/rouzni)