Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Pilih Pemenang Tender Flexi, Telkom Hemat Rp 600 M

Pilih Pemenang Tender Flexi, Telkom Hemat Rp 600 M


- detikInet

Jakarta - Telkom telah menetapkan pemenang tender pembangunan infrastruktur Telkom Flexi sebesar 9,7 juta line. Pemenangnya dipilih karena membuat Telkom hemat Rp 600 miliar. Arwin Rasyid, Direktur Utama PT Telkom, mengungkapkan hal itu saat ditemui wartawan di sela-sela Indonesia Infrastructure Summit di Jakarta Convention Center, Rabu (1/11/2006). Pemenangnya adalah ZTE dan Huawei, menyisakan Samsung sebagai peserta yang gagal meraih tender. Arwin mengungkapkan tender dilakukan untuk pembangunan di tiga wilayah, yaitu jakarta (Divre-II), Jawa Barat (Divre-III), dan Kalimantan (Divre-VI). Divre-II dan III akan dibangun oleh Huwaei, sedangkan VI oleh ZTE (Zhong Xing Telecommunication Equipments). Menurut VP Marketing dan Corporate Communication Telkom, M. Awaludin, di 3 divre tersebut akan dibangun jaringan telkom flexi dengan kapasitas 9,773 juta line. Ini terdiri dari Divre-II 5,737 juta line, Divre-III 2,103 juta line, dan Divre-VI 1,932 juta line. Penghematan Luar Biasa"Hasil tender sekarang jauh di bawah perkiraan panitia tender. Bahkan di bawah 50 persen perkiraan awal, itu memberikan penghematan yang luar biasa," tutur Arwin.Total nilai kontrak yang dihasilkan, ujar Arwin, adalah Rp 722 miliar. Hal ini memberi penghematan Rp 600 miliar dari dana yang diperkirakan sebelumnya. Penghematan besar itu, ujar Arwin, terjadi karena harga per sambungan yang sudah semakin murah. Ia mengisahkan, pada Agustus 2005 Huawei membangun infrastruktur Flexi di Sumatera dengan harga US$ 18.5 per sambungan, Agustus 2006 Samsung membangun dengan harga US$ 16 per sambungan. Kini, ujar Arwin, rata-rata di bawah US$ 7 per sambungan. "Itu termasuk terendah di dunia," tukasnya. Harga yang murah, jelas Arwin, tidak berarti kualitas rendah. Harga murah terjadi karena tren harga perangkat telekomunikasi di dunia memang turun dan adanya kompetisi antar penyedia perangkat. Pembangunan yang dilakukan pemenang tender, ujar Awaludin, terdiri atas Network Switching System, Base Switching System, dan Packet Data Network. Termasuk komponen dalam pembangunan itu adalah pendirian menara Base Transceiver System. Pembangunan akan dilakukan mulai 2007 dengan masa kontrak tiga tahun. Arwin menuturkan pembangunan hasil tender ini akan meningkatkan kapasitas Flexi hingga 15 juta line dalam lima tahun ke depan. (wicak/wicak)





Hide Ads