Ponsel Makin Kecil, Wanita Makin Terpikat?
- detikInet
Jakarta -
Lupakan dulu tentang tubuh six-pack, otot bisep yang menonjol atau mobil sport yang keren. Bukan hal-hal yang disebutkan di atas saja yang konon bisa membuat wanita tertarik pada pria.Di era teknologi canggih seperti saat ini, ditengarai banyak pria yang menjadikan ponsel sebagai 'senjata' untuk memikat lawan jenisnya, atau bahkan hanya untuk sekedar pamer kesuksesan.Menurut penelitian, kaum adam berpendapat bahwa ponsel berukuran kecil (mungil) mampu dijadikan daya tarik untuk memikat wanita. Makin kecil makin gampang memikat wanita?Apapun itu, pendapat tersebut menuai kontroversi di kalangan mahasiswa psikolog dengan pakar psikolog di luar negeri sana.Studi yang dilakukan ahli psikolog Liverpool, pria di Inggris lebih banyak memakai ponsel ketimbang wanita. Pun itu bukan hanya dipakai untuk penggunaan konvensional saja, tapi sebagai alat visual untuk pamer kesuksesan yang ujung-ujungnya ditujukan untuk menarik perhatian wanita.Kaum lelaki di Inggris, menurut para peneliti, cenderung lebih sering memamerkan ponsel mereka ke publik untuk mendongkrak popularitas mereka atau sekedar menunjukkan bahwa mereka banyak relasi. Bahkan tak sedikit pula pria yang sengaja 'memain-mainkan' ponsel tersebut di tangan mereka.Ilmuwan menilai, tingkah polah seperti itu mirip seperti perilaku burung merak jantan yang mengibas-ngibaskan bulunya yang indahnya jika dikelilingi sekerumun burung merak betina. Tujuannya? Tentu saja untuk membujuk dan memikat lawan jenisnya. Nah, para lelaki berpendapat ponsel kecil bisa berfungsi seperti itu.Beberapa pakar psikologi memperingatkan, ini satu diantara banyak analisa tentang bagaimana pria melakukan pendekatan dengan wanita. Ada banyak cara yang digunakan wanita dan laki-laki yang notabene belum kenal untuk saling berkomunikasi dan berinteraksi."Untuk itu, kesimpulan ini tidak bisa diperhitungkan," kata psikolog UC Berkeley. Di UC Berkeley sendiri, lebih banyak ditemui wanita ketimbang pria yang berjalan di muka umum sambil berbicara di ponsel."Semua tergantung budaya dan dimana seseorang tinggal. Kesimpulan yang dihasilkan di UC Berkeley dan Inggris bisa saja tidak sama," kata profesor psikologi UC Berkeley, Phil Cowan, seperti dikutip detikINET dari dailycal, Selasa (31/10/2006).Tidak seperti di Inggris, menurut mahasiwa di UC Berkeley, ponsel lebih banyak dipakai wanita. "Saya melihat banyak wanita yang memakai ponsel ketimbang pria," ujar salah satu mahasiswa psikolog junior UC Berkeley, Masoud Javazoie."Di kampus kebanyakan yang mempunyai ponsel adalah wanita, karena secara umum wanita lebih suka mengobrol," kata Lynn Guest, mahasiswa psikologi tingkat tiga.Sementara itu Sophomore Carlos Avila merasa jengkel karena banyak wanita yang masuk ke kelas sambil ngobrol lewat ponsel."Hal itu sangat menjengkelkan. Sepertinya mereka tidak bisa menyesuaikan diri dengan situasi," keluh Avila.Hubungan Ponsel dengan Daya Tarik?Menurut kebanyakan mahasiswa, hubungan ponsel dengan daya tarik sulit ditentukan."Saya rasa ponsel tidak bisa disamakan dengan burung merak. Saya memakai ponsel untuk kemudahan komunikasi saja," kata mahasiswa tingkat dua James Yu, yang juga punya ponsel silver kecil keluaran Sprint.Di Inggris sendiri, masih menurut studi, banyak pria yang meninggalkan ponselnya di meja saat di pub. "Pria mempunyai kecenderungan untuk pamer dan ponsel bisa memberikan hal itu, untuk menimbulkan daya tarik," ujar para mahasiswa. Mereka juga menambahkan, punya ponsel terbaru yang up-to-date merupakan hasrat normal setiap orang untuk tetap mengikuti tren."Bisa punya ponsel terbaru saya rasa keren. Sama seperti keinginan seseorang untuk memperbaiki dan mempercantik mobilnya," ujar mahasiswa tingkat dua Stanley Lee, yang mengaku tidak punya ponsel.Yu menepis pendapat Lee. Menurutnya ponsel tidak bisa disamakan dengan mobil, jika hanya sekedar dijadikan sebagai daya tarik saja. (dwn)
(dewidya/dewidya)