Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Kolom Telematika
Kontroversi Akses Lokal Dengan Mobilitas Tanpa Batas
Kolom Telematika

Kontroversi Akses Lokal Dengan Mobilitas Tanpa Batas


- detikInet

Jakarta - Belum lewat dari sehari FlexiCombo versi baru resmi diluncurkan beberapa waktu lalu, beragam kontroversi akan kehadiran layanan itu langsung mencuat. Bagaimana tidak, layanan yang ditawarkan bisa dibilang berkemampuan mirip seluler, dalam artian bisa dibawa ke mana-mana.Padahal, Flexi milik Telkom hanya diberi izin untuk menggelar layanan telepon tetap nirkabel dalam cakupan mobilitas terbatas. Artinya, pelanggan mestinya hanya bisa berkomunikasi dalam satu kode area saja. Di luar itu, segala fitur telekomunikasi (seharusnya) tak bisa berfungsi.Bila merujuk pada Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 35 Tahun 2004, jika satu nomor bisa dipakai ke mana-mana, maka layanan fixed wireless access (FWA) tersebut dianggap melanggar aturan. Namun, Telkom jeli melihat kelemahan regulasi di atas. Dibuatlah satu inovasi yang kontroversial, yang diklaim tetap berpegangan pada regulasi. FlexiCombo baru pun dilahirkan, versi yang lebih mudah dari yang sebelumnya. Tak harus mengganti kartu, hanya dengan cara mendaftar lewat SMS. Maka, hadirlah FWA antarkota yang fleksibel dan bisa digunakan di kota dan kode area mana saja layaknya seluler, namun memakai nomor yang berbeda-beda secara temporer dengan satu nomor induk. Namun demikian, kontroversi dan polemik akan layanan tersebut tetap mencuat. Dipanggil-lah para direksi BUMN telekomunikasi itu untuk dimintai keterangan. Awalnya, mereka bersikukuh tak ada pelanggaran.Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia yang melakukan investigasi akhirnya menemukan sejumlah penyimpangan, seperti adanya tiga nomor aktif sekaligus dalam satu waktu dan di luar kode area nomor induk. Lainnya, aktivasi call forwarding hanya bisa dilakukan di satu kode area. Telkom pun akhirnya mengakui kesalahan tersebut dan berjanji akan memperbaikinya.Namun di luar itu semua, layanan tersebut tetap diperkenankan pemerintah untuk jalan terus. Karena, FlexiCombo bukanlah seluler dan tidak memiliki kemampuan roaming. Layanan juga diakui sebagai bentuk inovasi di bidang telekomunikasi.Mungkin BermanfaatDalam layanan FlexiCombo, setelah mendapatkan nomor temporer di kota tujuan, pelanggan tetap bisa menerima panggilan telepon ke nomor kota asal karena ada fasilitas call forwarding. Pelanggan tersebut akan dikenai biaya Rp 500 per menitnya untuk penerusan panggilan (call forwarding) saat menerima panggilan.Memang, banyak keluhan tentang mahalnya tarif penerusan panggilan bila dibandingkan penerimaan panggilan biasa pada SLJJ (sambungan langsung jarak jauh). Serta, masalah penggunaan nomor temporer yang belum optimal dan sinyal yang masih belum begitu lancar.Namun, bagi pengguna yang hanya menggunakan satu nomor layanan Flexi dan hanya punya satu ponsel berkemampuan CDMA, layanan tersebut bisa jadi sangat bermanfaat.Terlepas dari itu semua, laku atau tidaknya inovasi layanan tersebut, berpulang lagi pada pelanggan. Namun yang pasti, Telkom sudah diuntungkan sejak awal karena mendapatkan publikasi gratis gara-gara fenomena dan kontroversinya.Satu hal lagi, setiap inovasi yang berorientasi demi kepentingan publik, semestinya terus didukung, bukan dikukung atau dikurung. (rou)Penulis adalah wartawan teknologi informasi dan telekomunikasi di kanal detikINET, situs berita www.detik.com. Penulis bisa dihubungi melalui e-mail rourry[at]staff.detik.com. Tulisan ini merupakan pendapat pribadi dan tidak menggambarkan sikap/pendapat tempat institusi penulis bekerja. (rouzni/rouzni)




Hide Ads