Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Jalur Internasional Putus
'Loss 80%, Speedy ala Bekicot'
Jalur Internasional Putus

'Loss 80%, Speedy ala Bekicot'


- detikInet

Jakarta - E-mail komplen atas buruknya layanan Speedy terus membanjiri e-mail redaksi detikINET, hingga pagi ini Kamis (5/10/2006). Bahkan tak hanya terjadi di Jakarta, di beberapa kota lain juga mengalami nasib apes. Ada pula yang bahkan merasa Telkom telah berbuat curang terhadap pelanggan Speedy.Sebutlah Riyadi, dengan nomor pelanggan 121105000xxx, menyatakan bahwa pada awalnya dia berlangganan Speedy dengan jatah 500 MB, tetapi tagihan menjad tinggi karena penggunaan yang selalu melebihi jatah. Kemudian dia meningkatkan jatahnya menjadi 1 GB, tetapi ternyata jatah tersebut masih dirasanya kurang. Meskipun demikian, saat menggunaan layanan dengan jatah 500 MB dan 1GB tersebut, kecepatan aksesnya tak mengecewakan."Akhirnya kapasitas saya naikkan menjadi 2 GB dengan tarif bulanan lebih tinggi supaya tagihan tidak terlalu besar," ujarnya, Tapi apa lacur, "begitu kapasitas menjadi 2 GB, maka setiap jam kerja aksesnya menjadi lambat sekali!" ujarnya.Bahkan dirinya mencatat, kecepatannya sering di bawah 1 KB per detik. Riyadi pun tak kuasa untuk menahan dugaan, "ini pasti permainan dari Telkom supaya pemakaian tidak bisa mencapai 2 GB dan Telkom (tetap) dapat (pembayaran atas) tagihan dengan rate 2 GB," ujarnya.Loss 80%Riyadi tak sendirian. Hanny, sebutlah demikian namanya, seorang Direktur Teknis di sebuah RSUD Surabaya, pun sempat mencatat beberapa kali akses Speedy dan Astinet yang digunakan kantornya babak-belur."Untuk bulan Oktober 2006 sejak tanggal 1 sampai email ini dikirimkan, koneksi telkom (Telkomnet, Speedy, Astinet) mengalami ketidak stabilan, dalam arti terkadang konek terkadang putus. Putus 10 sampai dengan 15 menit ataupun packet loss sampai 80%," paparnya.Keluhan tersebut sebenarnya telah dikonfirmasikan oleh dirinya ke pihak Speedy. "Namun tidak ada jawaban yang pasti," ujarnya. Ditambahkan pula bahwa layanan yang buruk dari Speedy tersebut secara teknis sangat merugikan."Seharusnya bila ada gangguan masal yang memakan waktu lama, sebaiknya Speedy berturus terang. Jadi kami dapat mengambil keputusan untuk mengambil jalur koneksi ISP lain sementara," harapnya.BekicotIan, seorang mahasiswa yang tinggal di Bandung, menyatakan keheranan yang sama. Dirinya berlangganan Speedy sejak awal diluncrukan di Bandung. "Awalnya sih (akses Speedy) cepat. Eh tapi beberapa minggu ini Speedy sepertinya mengalami penurunan kualitas," ujar Ian.Secara bertahap, menurut Ian, dirinya merasakan bandwidth internasional yang katanya shared itu mulai dipangkas. "Terus belum lagi saat hari kerja dan jam kerja, pasti koneksinya ala bekicot (lambatnya)," tambahnya.Ditambahkan olehnya, puncak buruknya layanan Speedy yang dirasakannya adalah pada tanggal 1 dan 2 Oktober kemaren. "Jalur internasional putus sama sekali di semua kota yang ada Speedy-nya. Kalaupun nyambung, terasa sangat lambat dan akhirnya putus lagi," sesalnya. (dbu) (donnybu/donnybu)





Hide Ads
LIVE