Siemens Incar Operator dan Korporasi Pasarkan NGN
- detikInet
Jakarta -
Siemens Network mengincar peluang bisnis untuk memasarkan solusi teknologi jaringan masa depan (NGN) pada operator telekomunikasi dan perusahaan korporat.Hal itu terungkap saat berbincang-bincang dengan Technical Assistant Consultant PT Siemens Indonesia Leonard Setjabudiarta, Jumat (15/9/2006), di acara Next Generation Network (NGN) Conference & Exhibition yang digelar di Gedung Telkom Risti Bandung.Dengan mengimplementasikan teknologi NGN, menurutnya, operator seyogyanya bisa memberikan layanan dengan tarif murah. Itu dikarenakan teknologi tersebut menggunakan protokol berbasis internet."Jadi, kala melakukan komunikasi dari belahan dunia mana pun tarif yang dikenakan sama dengan tarif lokal. Hal yang sama juga sekiranya berlaku pada perusahaan korporat," lanjutnya.NGN dalam versi Siemens merupakan teknologi yang mampu mengkonvergensikan proses pengalihan (switching) perangkat berbasis protokol internet (IP based) menggunakan peranti lunak tertentu (software switching).Artinya, proses pengalihan tidak lagi melalui perangkat switching konvensional seperti time division multiple access (TDMA).Software switching itu, lanjutnya, dikonfigurasikan melalui router untuk mengkoordinasikan beberapa kegunaan seperti panggilan video pada telepon internet, identifikasi pengguna, password, serta peleburan alamat IP layaknya nomor telepon konvensional.Untuk melakukan panggilan video, kapasitas bandwidth minimum yang dibutuhkan sebesar 150 kbps. Sedangkan untuk kualitas suara dan gambar yang lebih bagus, urainya, dibutuhkan bandwidth 256 kbps. "Itu untuk komunikasi dua arah, full duplex," lanjutnya.Kemudian, untuk menghindari kemacetan jaringan (congestion) karena harus melewati banyak titik (node) ketika layanan itu diimplementasikan ke publik, operator perlu memperbesar bandwidth di tiap gateway. "Besarannya tergantung kapasitas pelanggan di tiap node."MenguntungkanLeonard juga mengatakan, dengan mengimplementasikan NGN, operator akan diuntungkan dari sisi biaya anggaran implementasi bahan baku jaringan, semisal pemakaian kawat tembaga (copper wired).Kemudian ia melanjutkan, penerapan solusi NGN juga akan menguntungkan bagi perusahaan korporat. "Seperti PABX (private automatic branch exchange-red), malah lebih komplit solusinya, karena menyediakan layanan seperti suara dan data pada IP Phone dan konten video on demand."Namun, dengan mengimplementasikan NGN, ia juga mengakui ada beberapa komponen pada TDMA Switching yang perlu diganti, antara lain Condition Processor, Switching Network, serta Message Buffer. "Tapi itu masih bisa dipakai untuk mengakomodasikan pelanggan yang masih menggunakan perangkat telekomunikasi konvensional seperti suara," ujarnya.Untungnya, tak semua komponen harus diganti. Masih ada beberapa perangkat switching lama yang bisa 'diselamatkan' (upgrade) dengan menggunakan perangkat pengkonversi media gateway HIG 1600. Perangkat itu, jelasnya, berguna untuk mengkonversi hasil dari TDMA menjadi IP.NGN, menurutnya, akan lebih cepat menghantarkan komunikasi data dan suara, bahkan lebih cepat dari teknologi seluler generasi ketiga (3G). "NGN bisa juga disebut 3G-nya fixed line," tandasnya. (rou)
(annisa/)