BRTI akan Panggil Teknisi Ahli MVNO StarOne-Esia
- detikInet
Jakarta -
Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) akan memanggil seluruh teknisi ahli yang terlibat dalam Mobile Virtual Network Operator (MVNO) StarOne dan Esia untuk dimintai keterangan mengenai terhambatnya kerjasama itu."Minggu depan akan kita panggil pakar teknis dari ZTE, Nortel, StarOne, dan Esia untuk mendiskusikan masalah teknis IOT (interoperability test). Sebenarnya bisa nggak sih komunikasinya," kata anggota BRTI Heru Sutadi pada detikINET, Jumat (11/08/2006).MVNO sendiri merupakan solusi alternatif bagi layanan StarOne milik PT Indosat dan Flexi kepunyaan PT Telkom yang terpaksa menyingkir dari frekuensi 1.900 MHz demi menyambut teknologi seluler generasi ketiga (3G). Telkom kemudian dipasangkan dengan Mobile-8 dan Indosat dengan Bakrie Telecom untuk berbagi pakai frekuensi 800 MHz.Namun, kerjasama antar Indosat dengan Bakrie Telecom yang disepakati di hadapan Menkominfo Sofyan Djalil pada Desember 2005 lalu, terhambat karena belum adanya kata sepakat pada hal teknis jaringan.Menurut Heru, 'jabat tangan' teknis antara kedua vendor jaringan yang digunakan Indosat (ZTE) dan Bakrie Telecom (Nortel) seharusnya bisa dilakukan, dan tidak bisa begitu saja dianggap gagal. "Masih ada harapan," imbuhnya.KeputusanBRTI, ungkap Heru, sudah dua kali menguji coba kerjasama teknis IOT antar kedua operator telepon tetap nirkabel terbatas itu dan hasilnya lumayan memberikan harapan. "Namun teknis IOT-nya memang belum maksimal. Ada bagian yang belum maksimal secara prinsip seperti Call Setup," jelasnya.IOT, lanjutnya, perlu mendapat perhatian khusus karena secara teknis akan terkait dengan masalah penagihan (billing). "Kita harap ada keputusan bulan ini," ungkap Heru.Di lain kesempatan, Director Corporate Services Bakrie Telecom Rakhmat Junaidi juga mengaku optimis kerjasama MVNO dengan Indosat masih dimungkinkan. "Karena ada standardisasi internasional," ujarnya.Ia juga berharap kerjasama itu bisa segera terwujud, mengingat kendala yang dihadapi lebih bersifat teknis ketimbang aspek bisnis. Indosat, menurut dia, hanya perlu membuka spesifikasi dan konfigurasi jaringan mereka."Jika memang kendala teknis dijadikan alasan, Bakrie Telecom meminta ZTE menyatakan secara tegas kepada publik bahwa sistem mereka tidak bisa diintegrasikan dengan sistem Nortel," ujar Rakhmat.Nortel, lanjut dia, sudah menyatakan kendala teknis tersebut bisa diatasi. Menurut Rakhmat, perusahaannya juga sudah membuka jalur komunikasi dengan pihak Qualcomm selaku pihak ketiga yang memiliki kompetensi di teknologi CDMA untuk mencari alternatif penyelesaian. (rou)
(wicak/)