Di 2022, Operator Seluler Ramai Bertarung ke Konvergensi

Di 2022, Operator Seluler Ramai Bertarung ke Konvergensi

ADVERTISEMENT

Year in Review 2022

Di 2022, Operator Seluler Ramai Bertarung ke Konvergensi

Agus Tri Haryanto - detikInet
Jumat, 30 Des 2022 20:19 WIB
Young Islam Asian couple woman take hijab are talking about business meeting and present by smartphone and tablet siting on sofa in living room at home office which glad smiling and felling happy.
Operator seluler mulai serius garap produk layanan Fixed Mobile Convergence (FMC) di 2022. Foto: Getty Images/iStockphoto/Niphon Khiawprommas
Jakarta -

Pada tahun 2022 ini, operator seluler mulai memantapkan strategi anyar dengan merambah Fixed Mobile Convergence (FMC) sebagai model bisnis masa depan telekomunikasi.

Apa yang Dimaksud FMC?

Secara sederhana, FMC adalah perpaduan layanan fixed broadband dan mobile internet. Hal ini yang dinilai akan memanjakan pelanggan dalam berselancar di dunia maya melalui jaringan fixed maupun mobile yang terintegrasi

Adu Strategi FMC

Dimulai XL Axiata yang sudah ancang-ancang sejak tahun lalu dan memiliki ambisi sebagai operator konvergensi pertama di Indonesia. XL Satu jadi produk pertama yang dirilisnya terdiri dari dua gabungan, XL Satu Fiber dan Satu Lite.

Layanan konvergensi ini dikembangkan karena XL melihat perubahan perilaku masyarakat di masa pandemi. Perubahan tersebut terlihat dengan adanya bekerja dan belajar secara hybrid pelanggan membutuhkan jaringan internet.

Akuisisi Link Net senilai Rp 8,72 triliun oleh Axiata Group Berhad (Axiata) dan XL Axiata yang mengambialih dari Asia Link Dewa dan First Media, jadi gebrakan di awal 2022 sebagai keseriusan menggarap pasar FMC.

Dengan akuisisi ini, Link Net dan XL Axiata diklaim akan berada di posisi yang tepat untuk memanfaatkan sinergi melalui kombinasi posisi bersama di dalam penyediaan layanan komunikasi tanpa kabel (wireless) dan layanan-layanan komunikasi lainnya, berbagi jaringan tulang punggung (backbone) dan transmisi, serta hubungan yang luas antara kedua pelanggan di Indonesia.

Digabung dengan layanan korporasi milik XL Axiata termasuk koneksi seluler, Link Net akan lebih siap untuk memanfaatkan pasar korporasi yang sedang berkembang di Indonesia.

Pada pertengahan 2022, Telkom rupanya sudah merancang model bisnis FMC. Untuk merealisasikannya, Telkom akan melepas layanan fixed broadband IndiHome dan bergabung dengan Telkomsel.

"Masih dalam proses tahap awal (penggabungan IndiHome dan Telkomsel-red)," ujar Ririek pada bulan Agustus.

Sementara itu, SVP Corporate Communication & Investor Relation Telkom Ahmad Reza menjelaskan rencana Telkom menarik IndiHome ke Telkomsel ini untuk menyatukan layanan fixed broadband dan mobile agar memberikan layanan secara seamless atau mulus kepada para pelanggan.

Untuk saat ini, prosesnya masih pada tahap pertama, seperti cross selling yang sedang berlangsung. Lalu, nanti tahap berikutnya adalah mengalihkan bisnis IndiHome ke Telkomsel.

"Tahap ini masih dalam diskusi dengan Singtel, terkait valuasi, model bisnis, dan sebagainya," jelasnya.

Direktur Utama Telkomsel Hendri Mulya Syam tak menampik bahwa FMC akan menjadi layanan Telkomsel di masa mendatang.

Hendri menjelaskan mengapa pihaknya kini mulai mencanangkan strategi FMC. Disampaikannya, sekitar lima tahun sebelum pandemi, tren penggunaan data, baik itu mobile dan fixed broadband mengalami penurunan. Tetapi ketika pandemi terjadi, permintaan kebutuhan layanan data langsung meroket.

"Tentunya kita melihat FMC adalah salah satu yang bisa operator telekomunikasi bisa tumbuh dengan sehat. Tentunya dengan kombinasi dua raksasa Telkomsel dan Telkom bisa membuat Indonesia lebih baik dalam penetrasi internet," ucap Hendri.

Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) rupanya tak tinggal diam dan turut meramaikan persaingan FMC yang saat ini digeber oleh XL Axiata dan akan diikuti oleh Telkomsel.

"Kami telah menghadirkan layanan fiber to the home, Indosat HiFi, beberapa waktu lalu untuk memfasilitasi akan meningkatnya gaya hidup digital masyarakat," ujar Direktur & Chief Regulatory Officer IOH, Muhammad Danny Buldansyah.

Indosat HiFi merupakan layanan internet kabel yang tak hanya menyasar area residensial, tetapi juga perkantoran yang menginginkan layanan internet bebas Fair Usage Policy (FUP). Pengguna bisa tetap menonton atau mengunduh video dan game tanpa khawatir kehabisan kuota atau kecepatan internet yang menurun.

Pertarungan FMC di Tahun 2023

Founder IndoTelko Forum Doni Ismanto mengungkapkan era konvergensi tersebut sudah diprediksi sejak satu dekade yang lalu dan lima tahun terakhir trennya makin menguat.

"Trennya memang ke Fixed Mobile Convergence (FMC). Itu yang dilakukan XL dengan mengakuisisi LinkNet," kata Doni.

Mengingat persaingan FMC yang dilancarkan operator seluler pada tahun ini masih tahap awal, di tahun depan akan semakin sengit pertarungannya.

"Lainnya untuk memperluas coverage dan meningkatkan kualitas layanan. Misal, ketika di satu area, selulernya nggak oke, tapi di situ ada jaringan fixed mobile, nanti dia bisa manfaatkan yang fixed via WiFi dan dapat layanan lebih baik pelanggannya," tuturnya,

"Ini juga untuk membantu operator manage bandwidth agar tidak mengandalkan satu akses saja," sambung Doni.



Simak Video "Berapa Kecepatan Layanan 5G Indosat di Bali?"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/rns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT