Seberapa Canggih Balai Uji Ponsel 4G dan 5G Cs di Depok?

Seberapa Canggih Balai Uji Ponsel 4G dan 5G Cs di Depok?

ADVERTISEMENT

Seberapa Canggih Balai Uji Ponsel 4G dan 5G Cs di Depok?

Agus Tri Haryanto - detikInet
Jumat, 16 Des 2022 20:30 WIB
Balai Besar Pusat Pengujian Telekomunikasi (BBPPT) di Tapos, Depok, Jawa Barat, sebuah fasiltias pengujian perangkat telekomunikasi.
Balai Besar Pusat Pengujian Telekomunikasi (BBPPT), sebuah fasilitas pengujian perangkat telekomunikasi yang berdiri di Tapos, Depok, Jawa Barat. Foto: Dok. Kominfo
Jakarta -

Balai Besar Pusat Pengujian Telekomunikasi (BBPPT) yang tengah dibangun Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) diklaim yang terbesar di kawasan Asia Tenggara. Seberapa canggih fasilitas uji alat dan telekomunikasi, termasuk ponsel 4G dan 5G ini?

"Laboratorium yang akan dibangun di sini salah satu laboratorium yang sophisticated yang canggih ya di tingkat Asia," kata Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate di Depok, Jawa Barat, Jumat (16/12/2022).

Fasilitas pengujian perangkat telekomunikasi ini didukung enam chamber yang mana itu disebut yang paling banyak di Asia Tenggara. Adapun fungsi chamber ini tempat pengujian perangkat. Dari sekitar enam ribuan sertifikat yang diuji di BBPPT, 80% itu smartphone, termasuk yang 5G.

Berbicara waktu pengujian, Kominfo menyebutkan BBPPT di Tapos ini bisa lebih cepat lagi prosesnya dibandingkan fasilitas serupa yang ada di Bekasi.

"Dengan adanya fasilitas yang baru ini, harapan waktunya dipercepat, diharapkannya juga bisa meningkatkan jumlah perangkat yang diuji. Memang kita belum bisa memberikan angka, tapi dari 10 hari mungkin bisa jadi 7-5 hari. Kita optimis 2-3 kali lipat (lebih cepat) yang ada sekarang," ungkap Plt Kepala BBPPT Dwi Handoko pada kesempatan yang sama.

BBPPT terdiri dari lima laboratorium. Pertama, laboratorium electromagnetic compatibility (EMC) untuk menguji seluruh perangkat yang digunakan, agar kompatibel, tidak saling mengganggu, serta tidak menimbulkan efek negatif antar perangkat.

Kedua, laboratorium terbesar yang melangkah maju untuk melakukan pengujian terhadap keamanan dan kesehatan masyarakat. Seluruh perangkat yang akan digunakan itu, nanti akan benar-benar teruji dan kualitasnya terjamin buat digunakan oleh masyarakat secara luas.

Menkominfo mengunjungi proyek Balai Besar Pusat Pengujian Telekomunikasi (BBPPT) di Tapos, Depok, Jawa Barat, sebuah fasilitas pengujian perangkat telekomunikasi.Menkominfo mengunjungi proyek Balai Besar Pusat Pengujian Telekomunikasi (BBPPT) di Tapos, Depok, Jawa Barat, sebuah fasilitas pengujian perangkat telekomunikasi. Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET

Ketiga, laboratorium radio untuk mengukur frekuensi kerja dan kekuatan (power) perangkat telekomunikasi, agar seluruh perangkat radio yang beredar di Indonesia ini tidak menimbulkan potensi gangguan interferensi.

Keempat laboratorium non-radio menjadi tempat menguji perangkat optik yang akan digunakan untuk pembangunan fisik infrastruktur oleh para operator. Dan kelima, sebagai laboratorium TV digital untuk kebutuhan broadcasting.

Lebih lanjut, Menkominfo menjelaskan kehadiran BBPPT ini sebagai bentuk upaya pemerintah melakukan perlindungan konsumen dari penggunaan perangkat telekomunikasi.

"Jadi, demi perlindungan konsumen. Juga sebagai pintu membantu industri dalam negeri untuk dapat masuk ke dalam pasar internasional. Mengapa gate? karena masuk dan keluarnya perangkat semuanya diuji di sini, jadi kita tahu kebutuhannya. Ini bisa mendorong industri untuk impor dan ekspor," tuturnya.

Selain itu, BBPPT ini berfungsi sebagai spektrum manajemen untuk menghindari interferensi antar pengguna perangkat dan meningkatkan pengalaman pengguna.

"Itu tiga fungsinya di sini, perangkat ini penting, ini salah satu tugas dan fungsi Kominfo yang mungkin belum banyak diketahui masyarakat, tapi berdampak luas terhadap industri," pungkasnya.

BBPPT ini berada di lahan seluas 22.723 meter persegi di Tapos, Depok, Jawa Barat. Lebih dari setengah bangunan akan menjadi fasilitas laboratorium uji berstandar internasional.



Simak Video "Menkominfo Sebut Migrasi TV Analog ke Digital Hasilkan Dividen Rp 77 triliun"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fyk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT