'Merger TV Nasional Harusnya Berdasarkan Keinginan'
- detikInet
Jakarta -
Menanggapi rencana Menkominfo untuk membuat kebijakan yang mengarah pada merger TV nasional, Direktur Utama SCTV, Wisnu Hadi, berpendapat bahwa merger TV nasional seharusnya dilakukan berdasarkan keinginan bersama, bukan karena adanya ketentuan yang mengatur demikian."Merger ini datang karena keinginan bersama. Bukan karena ada ketentuannya. Jadi secara alamiah saja," kata Wisnu Hadi ditemui wartawan di Gedung Indosat, Jakarta, Rabu (26/7/2006).Wisnu mencontohkan, misalnya ada beberapa stasiun televisi siaran nasional yang merasakan bahwa proses merger akan menghasilkan penghematan, hal itu bisa menjadi alasan bagi stasiun-stasiun televisi untuk menggabungkan diri. "Jadi kalau bisa lebih survive di kompetisi, pasti akan merger. Tapi kalau tidak, ya tidak akan merger..." ujarnya.Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informatika Sofyan Djalil mengatakan, pemerintah akan membuat kebijakan yang mengarah pada merger antar TV nasional. Hal itu dilakukan agar TV lokal mendapatkan alokasi kanal frekuensi yang memadai. Sofyan Djalil menilai, saat ini Indonesia memiliki terlalu banyak TV nasional. "Saat ini di Indonesia terlalu banyak TV nasional, pada akhirnya semua merugi. Oleh sebab itu dari segi bisnis, TV nasional yang terlalu banyak itu tidak bisa sustainable. Terus saya berfikir agar TV nasional itu bisa merger, sehingga nantinya jumlahnya cuma lima," paparnya.Dengan jumlah tersebut, maka frekuensi yang tersedia akan lebih banyak, yang membuat TV lokal bisa tertampung dan bisa berkembang. "Jika konsolidasi atau merger TV-TV nasional itu dapat berjalan, TV-TV itu akan memperoleh untung. Lagian kan sekarang satu sama lain saling jegal," ujar Sofyan. Namun begitu, Sofyan mengatakan tidak akan memaksakan berlangsungnya merger antar stasiun televisi. Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Televisi Lokal Indonesia (ATVLI), ABG Satria Naradha menilai, bersatunya stasiun-stasiun TV swasta akan melahirkan efisiensi."Kalau swasta mau merger itu bagus. Karena jika dilihat segi ekonomis, hal itu akan lebih efisien dan juga akan merangsang TV-TV lokal," ujarnya.Satria mengatakan, stasiun TV daerah selama ini bingung untuk menentukan program acara TV yang tepat, karena masyarakat sudah terpengaruh dengan program acara TV nasional. (nks)
(ketepi/)