'Tanpa Fiber Optik, Nggak Bakal Ada 5G'

'Tanpa Fiber Optik, Nggak Bakal Ada 5G'

ADVERTISEMENT

'Tanpa Fiber Optik, Nggak Bakal Ada 5G'

Agus Tri Haryanto - detikInet
Selasa, 29 Nov 2022 22:35 WIB
Rakernas Apjatel
Rakernas Apjatel. Foto: Agus Tri Haryanto
Jakarta -

Teknologi fiber optik mempunyai peran yang penting dalam menghadirkan layanan 5G di Indonesia. Menurut Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) tanpa fiber optik, maka tidak ada yang namanya jaringan 5G.

Jaringan seluler generasi kelima itu baru pertama kali diperkenalkan ke publik pada pertengahan 2021, dan saat ini terus mencoba untuk berkembang cakupannya, meskipun dalam lingkup terbatas.

"Fiber optic is our future, nggak ada kita bilang 5G dan apapun teknologi terbaru itu tanpa didukung oleh fiber optik itu nggak akan terjadi," ujar Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Dirjen SDPPI) Kementerian Kominfo di Rakornas Apjatel, Jakarta, Selasa (29/11/2022).

Kemudian, Ismail memaparkan bentang fiber optik yang telah digelar di Indonesia, di mana 350 ribu km berada di daratan dan 150 ribu ada di lautan. "Artinya total fiber optik kita itu 500 km," ucap Ismail.

Bila dihitung nilai asetnya, Ismail mengungkapkan fiber optik yang digelar di daratan bisa mencapai Rp 35 triliun dengan hitungan Rp 10 juta per km. Sedangkan, fiber optik di lautan bisa lebih mahal lagi, yakni mencapai Rp 50 juta per km yanf artinya total nilai aset menyentuh Rp 75 triliun.

"Jadi, kisaran aset bapak ibu sekalian di Apjatel ini Rp 110 triliun, itu bukan angka kecil aset sebesar itu, yang saya yakin akan berkembang terus, berkembangnya itu eksponensial bukan linear karena masih banyak lagi area (yang belum terjangkau fiber optik)," tuturnya.

Dirjen SDPPI ini memperkirakan rumah tangga yang sudah memanfaatkan teknologi ini baru 20% di tanah air, di mana ada 80% lagi yang bisa jadi potensi penggelaran fiber optik.

Rakernas Apjatel

Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang bertemakan Akselerasi, Kolaborasi, dan Sinergi dalam Kedaulatan Transformasi Digital Indonesia.

Rakernas tahun ini dilatarbelakangi oleh pesatnya perkembangan teknologi digital yang kian memberi ruang tumbuhnya ekonomi digital di tanah air, di mana pemerintah telah mencanangkan program transformasi digital dalam mendorong adopsi teknologi digital semakin luas.

Dalam pelaksanaan transformasi digital diperlukan dukungan ketersediaan infrastruktur digital berkualitas dan merata hingga pelosok negeri.

"Rakernas Apjatel tahun ini kami fokuskan pada langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam mendukung dan mewujudkan program transformasi digital nasional," kata Ketua Umum Apjatel Jerry Siregar.



Simak Video "Sinyal 3G yang Akan Mati Secara Perlahan"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fyk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT