Internet Bantu Penyandang Disabilitas Berani Wujudkan Mimpi

Internet Bantu Penyandang Disabilitas Berani Wujudkan Mimpi

ADVERTISEMENT

Internet Bantu Penyandang Disabilitas Berani Wujudkan Mimpi

Jihaan Khoirunnisa - detikInet
Selasa, 29 Nov 2022 16:21 WIB
IndiHome
Foto: Dok. IndiHome
Jakarta -

Koneksi internet kini telah menjadi kebutuhan masyarakat Indonesia. Tak terkecuali para penyandang disabilitas. Bahkan, berkat kemudahan jaringan internet kelompok disabilitas bisa lebih berani mewujudkan mimpi mereka.

Fakta tersebut kemudian melatarbelakangi IndiHome untuk memberdayakan komunitas disabilitas yang tersebar di seluruh Indonesia. Diketahui berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2022, ada sekitar 17 juta jumlah penyandang disabilitas berada di usia produktif atau usia 15 tahun ke atas. Namun, baru sekitar 7,6 juta yang sudah bekerja.

Adalah Firsty Ukhti Molyndi (Moly), salah seorang penyandang disabilitas sekaligus pemenang 'Blogger Favorit IndiHome' dalam IndiHome Blog Competition 2022 yang diselenggarakan pada bulan Juni-Juli 2022.

Sarjana Akuntansi dari Universitas Terbuka 2015 tersebut mengaku sangat menyukai dunia tulis menulis dan IT sejak kecil. Dari situlah dia tertarik untuk mengikuti lomba karya tulis. Bahkan puluhan karyanya berhasil keluar sebagai juara.

"Sangat tidak menyangka, sangat speechless. Pokoknya terima kasih banyak untuk IndiHome sudah menyelenggarakan acara ini yang sangat bermanfaat dalam meningkatkan kreativitas masyarakat Indonesia khususnya kami para penyandang disabilitas," jelas Moly dalam keterangan tertulis, Selasa (29/11/2022).

Dia mengatakan atas arahan dari ayahnya, ia mencari informasi di internet tentang film Petualangan Sherina yang menjadi inspirasi awal baginya untuk berpetualang. Selanjutnya, ia mengirim surat di laman web film tersebut.

"Namun bukan balasan surat yang saya terima, tapi tekad yang kuat untuk menjadi penulis, menjadi narablog yang produktif dengan karya tanpa batas dengan memanfaatkan jaringan internet cepat dari IndiHome," lanjut Moly.

Hasilnya meski memiliki keterbatasan fisik, namun semangat dan asanya sangat tinggi dalam menggapai mimpi. Terbukti belasan karya tulis Antologi sudah dihasilkan, seperti Antologi "Matahari di Riak Musi", produksi Forum Lingkar Pena Palembang 2021 dan Antologi "Ibuku Berbeda" terbitan Diva Press 2013.

Lebih lanjut Moly menyebut kehadiran internet membawa banyak manfaat positif bagi penyandang disabilitas seperti dirinya. Bahkan, teman-teman disabilitas khususnya di Panti Sosial Bina Daksa (PSBD) sudah piawai menggunakan internet.

"Dari situ saya terpatri untuk melek digital dan bisa memanfaatkan internet. Hingga sekarang sudah bisa berkarya sendiri melalui berbagai karya tulis dan mengikuti perkembangan dunia digital melalui internet dari IndiHome," jelas Moly.

Seperti halnya penyandang disabilitas lain di dunia, dia berharap dapat merasakan manfaat internet lebih luas. Ia pun mencontohkan saat ini di dunia luar sedang berkembang teknologi rumah pintar yang dapat digunakan oleh penyandang disabilitas daksa. Dengan teknologi tersebut dapat memberikan perintah benda-benda di rumah melalui suara.

"Ada juga teknologi bio retina yang menggabungkan antara kecerdasan buatan, nano robotik, perangkat elektronik super mini dan jaringan internet. Dengan teknologi ini penyandang disabilitas netra dan low vision dapat mudah mengenal wajah melalui ponsel pintar," katanya.

(akn/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT