Pemerintah Kaji GPRS untuk Sebarkan Info Gempa
- detikInet
Jakarta -
Menteri Komunikasi dan Informatika Sofyan Djalil mengatakan Pemerintah tengah mengkaji penggunaan sistem GPRS untuk mengganti pengiriman informasi gempa melalui SMS. Hal itu disebabkan, informasi via SMS terkadang tidak terkirimkan seketika saat jam sibuk atau traffic tinggi. Hal itu dikemukakan Sofyan di restoran Pulau Dua, Senayan, Jakarta, seusai acara sosialisasi RUU Informasi dan Transaksi Elektronik, Senin (24/07/2006). Sofyan mengatakan sejak dua hari lalu pemerintah telah mengujicoba sistem peringatan dini. "Di situ, BMG langsung beri informasi pada pers, tv, dan radio sehingga pada saat itu juga bisa diinformasikan ke publik," ujar Sofyan. "Uji coba itu menggunakan SMS. Cuma masalahnya SMS itu paling cepat bisa 5-6 menit, tapi bisa lama juga jika pada jam sibuk. Untuk itu kita kaji menggunakan GPRS," tutur Sofyan menambahkan. Teknologi GPRS merupakan teknologi pengiriman data via jalur seluler. Selama ini GPRS banyak dimanfaatkan untuk layanan internet maupun e-mail di ponsel.Sofyan tak lupa mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan isu gempa. "Tak ada seorang pun yang dapat mengetahui kapan terjadinya gempa. Tidak ada ilmu pengetahuan yang bisa mengetahui datangnya gempa itu," ia menegaskan. Menurut Sofyan stasiun televisi wajib menghentikan siaran lain untuk menyiarkan informasi adanya gempa. Selain peringatan dini, pemerintah juga disebutnya sedang menyiapkan sosialisasi cara-cara penyelamatan diri saat bencana. (wsh)
(wicak/)