Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Telkom Kerja Sama Satelit dengan 3 Negara

Telkom Kerja Sama Satelit dengan 3 Negara


- detikInet

Jakarta - Telkom menjalin kerja sama pengelolaan satelit telekomunikasi dengan Gambia, Ekuador dan Nigeria. Apabila memungkinkan, Telkom akan berinvestasi di negara-negara tersebut.Kerja sama tersebut mencapai tahapan yang berbeda-beda dengan masing-masing negara. Direktur Utama PT Telkom, Arwin Rasyid mengatakan, Gambia dan Ekuador sudah menyepakati kesepakatan kerja sama. Dengan kedua negara tersebut, Telkom akan menyediakan layanan teknis dan manajemen (technical and management services) untuk satelit telekomunikasi.Sementara dengan Nigeria, Arwin mengungkap pihaknya baru sampai pada tahap penjajakan kerja sama. "Kalau dengan Nigeria baru pembicaraan penjajakan kerja sama satelit. Meski mereka punya satelit, tapi belum punya satelit untuk telekomunikasi," ujarnya usai menerima penghargaan Business Week di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Kamis (20/7/2006). Arwin mengatakan, dibanding Nigeria, Indonesia sudah lebih berpengalaman dalam bidang satelit telekomunikasi. "Berhubung Indonesia punya pengalaman 30 tahun di satelit telekomunikasi, Nigeria itu dijajaki bagaimana bisa dibantu dalam penyelenggaraan satelit telekomunikasi," kata Arwin.Ditemui dalam kesempatan yang sama, Komisaris Utama PT Telkom, Tanri Abeng menegaskan memang sudah melakukan pembicaraan dengan Presiden Nigeria. Dan telah melakukan penandatanganan kerja sama dengan Ekuador, yang bernaung di bawah hubungan bilateral Indonesia dan Ekuador.Lebih lanjut, Tanri mengatakan pihaknya pernah menjajaki kerja sama serupa dengan Vietnam, namun tidak sampai menghasilkan kesepakatan. Jika kerja sama dengan ketiga negara ini berhasil, tidak menutup kemungkinan strategi yang sama akan diterapkan untuk kawasan Timur Tengah dan negara-negara Asia lainnya.Kemungkinan InvestasiBaik Arwin maupun Tanri tidak menampik kemungkinan Telkom akan berinvestasi dalam bentuk kepemilikan saham, di perusahaan-perusahaan telekomunikasi di tiga negara tersebut. Namun pihaknya masih harus mempelajari potensi daerah dan pasar di masing-masing negara.Menurutnya, Telkom harus bergerak sangat hati-hati dalam hal ini, dan menjadikan kesempatan pengelolaan ini untuk menimba pengalaman. "Kita membangun pengalaman dulu melalui technical and management services itu. Jadi kalau kita beli kita juga sudah tahu, karena kita yang manage," papar Tanri.Pemerintah Ekuador, menurut Tanri memang berniat melakukan privatisasi, namun ditentang oleh elit politik dan rakyat setempat. Dalam hal ini, Telkom meminta agar mendapat prioritas pertama dalam pembelian saham, bila operator di Gambia dan Ekuador melakukan privatisasi.Tanri menilai, cara itu merupakan strategi pengembangan bisnis yang paling aman. Dan kalau ternyata tidak potensial, kerja samanya bisa hanya berbentuk pengelolaan saja. Dan itu bisa berlangsung selama lima tahun, seperti yang sudah disepakati dalam kontrak kerja sama. (nks)Gambar: Berturut-turut dari atas ke bawah, Bendera Indonesia, Nigeria, Gambia, Ekuador. (ketepi/)






Hide Ads