Jaringan Internet Jadi Modal Bangun Soft Skill Santri di Era Digital

Jaringan Internet Jadi Modal Bangun Soft Skill Santri di Era Digital

ADVERTISEMENT

Jaringan Internet Jadi Modal Bangun Soft Skill Santri di Era Digital

Yudistira Perdana Imandiar - detikInet
Senin, 24 Okt 2022 16:59 WIB
Ponpes WIQEN Naturalist
Foto: Ponpes WIQEN Naturalist
Jakarta -

Jaringan internet menjadi kebutuhan vital untuk mendukung proses belajar mengajar di pondok pesantren di era keterbukaan informasi. Kehadiran internet membuat para pengajar dapat membekali para santri dengan beragam ilmu dan keterampilan.

Pondok Pesantren WIQEN Naturalist di Bogor, Jawa Barat merupakan salah satu lembaga pendidikan yang memberdayakan internet dalam aktivitas kesehariannya. Sejak didirikan pada 2019 yang lalu, Pondok Pesantren yang berlokasi di Kampung Karang Mas, Cibadak, Ciampea itu didedikasikan untuk masyarakat yang tidak mampu, khususnya anak yatim dan duafa. Hingga kini, sebanyak 22 santri usia 6-15 tahun telah bermukim dan beraktivitas dan belajar di lingkungan Pondok.

"Dalam proses belajar mengajar, kami menggunakan sistem minat dan bakat para santri. Jadi bukan hanya ilmu agama saja yang kami ajarkan tetapi juga soft skill seperti piawai dalam menggunakan multimedia dan digital juga kami ajarkan di Pondok," jelas Ketua Umum Yayasan Alumni 10 Windu Luxman Murobbi dikutip dalam keterangan tertulis, Senin (24/10/2022).

Luxman menyatakan Ponpes WIQEN Naturalist berfokus membina dan mendidik para santri agar dapat berkontribusi bagi bangsa dan negara di kemudian hari. Hal itu sesuai dengan tema Hari Santri Nasional tahun 2022 ini, 'Santri Berdaya, Menjaga Martabat Kemanusiaan'.

Ponpes WIQEN Naturalist Aktivitas santri Ponpes WIQEN Naturalist bersama IndiHome. Foto: Ponpes WIQEN Naturalist

Luxman menceritakan pondok yang dibangun di atas lahan wakaf tersebut merupakan skenario Allah yang tidak disangka-sangka. Awalnya, Yayasan Alumni 10 Windu yang ia pimpin dengan sekitar 900 anggota tersebut bergerak di berbagai kegiatan sosial seperti bantuan bencana alam. Mendengar kiprah mereka, Haji Sumarno, seorang pensiunan PNS Bogor tergerak untuk mewakafkan lahannya seluas 2.500 meter untuk dibangun pondok pesantren.

"Alhamdulillah, pada bulan Agustus kemarin, KH Said Aqil Siradj, Mustasyar PBNU bisa hadir langsung dalam proses peletakan batu pertama asrama santri dan menyaksikan rangkaian proses bakti sosial Pondok untuk masyarakat. Sebuah kesyukuran bagi pondok didatangi dan didoakan oleh para ulama dan masyarakat," beber Luxman.

Luxman menambahkan di tengah perkembangan multimedia dan digital yang semakin pesat di era saat ini, para santri mesti memiliki bekal ilmu yang sesuai untuk terjun langsung di masyarakat. Oleh sebab itu, Luxman mengungkapkan pondok pesantren yang didirikannya bersama teman-teman angkatan Alumni 10 Windu Darussalam Ponorogo sangat dibantu dengan hadirnya IndiHome, akses internet cepat dari Telkom Indonesia.

"Awalnya kami berlangganan paket kecepatan 20 Mbps, karena semakin banyak kebutuhan dan jumlah perangkat yang tersambung semakin banyak, jadi kami tingkatkan lagi kecepatannya menjadi 50 Mbps," ujar Luxman.

(ads/ads)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT