Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
SBY Ujicoba TV dan Radio Digital di Final Piala Dunia

SBY Ujicoba TV dan Radio Digital di Final Piala Dunia


- detikInet

Jakarta - Pemerintah melalui Tim Nasional Migrasi Sistem Penyiaran Analog ke Digital sedang melaksanakan uji coba siaran digital untuk penyiaran radio dan televisi.Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono yang menjagokan Prancis pun berkenan menguji langsung kehandalan televisi digital itu pada acara nonton bola bareng final Piala Dunia 2006 di Istana Negara, Senin (10/7/2006).Hal itu disampaikan Direktur Penyiaran Departemen Komunikasi dan Informatika, Agnes Widiyanti, dalam keterangan tertulisnya.Ujicoba televisi digital itu menggunakan frekuensi UHF 27 untuk Digital Media Broadcast-Terrestrial (DMB-T) yang dikembangkan di Cina dan UHF 34 untuk Digital Video Broadcast-Terrestrial/Handheld (DVB-T/H) yang dikembangkan di Eropa.Saat ini DMB-T menggunakan pemancar sebesar 500 watt dengan 16 panel antena sedangkan DVB-T/H menggunakan pemancar sebesar 425 watt dengan 4 panel antena. Kedua pemancar tersebut terletak di TVRI Senayan sementara sebuah pemancar lain disiapkan di Hambalang dalam rangka melakukan uji coba SFN (Single Frequency Network).Tujuan umum dari uji coba digital itu antara lain memberikan rekomendasi standarisasi digital di Indonesia, mencari strategi yang tepat untuk mentransisikan lembaga-lembaga Penyiaran Indonesia dari analog ke digital, melakukan studi terhadap kualitas siaran dengan sistem teknologi digital, serta demi mengantisipasi datangnya era konvergensi multimedia.Dalam uji coba yang direncanakan berakhir pada Desember 2006 ini, Tim Nasional Digital dipimpin oleh Dirjen Sarana Komunikasi dan Diseminasi Informasi dan Dirjen Pos dan Telekomunikasi, dimana anggota tim juga berasal dari industri media penyiaran.Tim Nasional sendiri bersifat sebagai aggregator dalam ujicoba itu dengan dukungan dari vendor-vendor yang menyediakan peralatan seperti Rohde & Schwarz, Siemens (Thales), Nokia, RFS dan Lembaga-Lembaga Penyiaran di Indonesia selain dukungan dari pihak-pihak yang ditunjuk di dalam Tim Nasional Digital.Standarisasi yang akan ditentukan oleh Indonesia tidak hanya ditunggu oleh lembaga-lembaga penyiaran di dalam negeri, tapi juga menjadi patokan lembaga penyiaran Brunei Darussallam, Thailand, Filipina dan Malaysia, mengingat pasar di Indonesia sangat signifikan di Asia Pasifik.Radio DigitalSelain televisi digital, anggota Forum Radio Jaringan Indonesia (FRJI) pun mengujicoba siaran radio digital bersama dengan stasiun radio Delta FM.Ujicoba itu telah dilaksanakan pada periode Maret hingga Mei 2006 dengan menggunakan sistem IBOC (In-bound on Channel). Teknologi ini sebelumnya digunakan di Amerika dan Filiphina. Yang menjadi kelebihan dari sistem ini ialah tidak diperlukannya banyak perubahan dalam alokasi frekuensi, karena siaran digital dapat disisipkan di antara kanal frekuensi FM eksisting. Uji coba AM IBOC juga dilaksanakan oleh Radio Sangkakala AM di Surabaya.Selain itu, pada Uji coba radio digital berikutnya juga menggunakan sistem radio Digital DAB (Digital Audio Broadcasting). Sistem itu digunakan oleh penyiaran radio di Eropa. Di Asia, sistem ini telah digunakan di Singapura.Kelebihan dari sistem DAB sendiri dikarenakan dalam satu kanal frekuensi dapat diisi lima hingga enam program radio. Ujicoba DAB akan dilaksanakan mulai Agustus 2006 di empat stasiun radio Jakarta, seperti Prambors, Ramako, Sonora dan I-Radio. Ujicoba tersebut akan menggunakan kanal frekuensi 10 D FHV. (rou) (rouzni/)







Hide Ads