'Ada Baiknya Mengintip 3G Negara Lain'
- detikInet
Jakarta -
Direktur S-1 Sekolah Bisnis Prasetya Mulya, Prof. Agus W. Soehadi Ph.D mengatakan ada baiknya mencontoh keberhasilan 3G di negara lain semisal Jepang.Dalam workshop sehari bertajuk 'Prospek Bisnis dan Implikasi Sosial Teknologi 3G di Indonesia', yang digelar di Grha XL Kuningan Jakarta, Kamis (6/7/2006), Soehadi memaparkan mengenai perspektif pemasaran 3G. Dalam paparannya, dia mencontohkan peta persaingan antara dua operator Jepang, yaitu NTT DoCoMo dan KDDI.NTT DoCoMo merupakan pionir implementasi 3G di Jepang pada 1 April 2002. Namun, KDDI yang muncul belakangan bisa menyodok pangsa pasar dan merebut 63,5% dari 18 juta lebih pelanggan di 2005. Apa pasal?Menurut Agus, NTT DoCoMo terlalu memfokuskan diri dalam pengembangan teknologinya saja, namun agak melupakan aspek lain, kebutuhan pelanggan. Nah, hal itu terpikirkan oleh pesaingnya, KDDI. Strategi lain pun digeber.KDDI pun mencomot salah satu redaktur potensial dari majalah telekomunikasi ternama di Jepang dan menjadikannya sebagai pimpinan proyek bisnis 3G. Strategi yang agak nyeleneh dan agak tak masuk akal mungkin.Namun, kepiawaian sang redaktur dalam menyelami kebutuhan pelanggan, akhirnya mampu mendongkrak pengguna 3G yang diraih KDDI."Sebenarnya, strateginya simpel. Dia hanya fokus mengembangkan konten layanan yang memang dibutuhkan dan diminati pelanggannya. Ya contohnya saja, blogging, chatting, dan lain sebagainya. Simpel, namun terbukti efektif," jelas Agus.Indonesia Punya PotensiLalu bagaimana dengan nasib konten di Indonesia? CEO PT Antar Mitra Prakarsa Joseph Lumban Gaol mengatakan layanan konten di Indonesia sangat berpeluang untuk memasuki bisnis 3G.Dia berpendapat dengan regulasi yang tepat akan menumbuhkan industri itu. Peluang untuk menjadi penyedia konten pun terbuka bagi siapa saja."Bahkan sineas-sineas muda di IKJ (Institut Kesenian Jakarta-red) pun bisa menjadi content provider dengan menawarkan karya film mereka," ujarnya.Menurutnya, dengan dukungan regulasi dan insentif dari pemerintah serta operator, bibit penyedia konten akan tumbuh subur dan menyemarakkan industri dalam negeri.Dia juga berpendapat, dengan masuknya 3G yang mampu menghantarkan bandwidth besar, akan mempersempit diseminasi informasi. "Semua orang akan makin mudah mengakses internet yang menjadi perpustakaan internasional," tandasnya. (rou)
(ketepi/)