Canggih! 5G Bakal Bisa Bantu Kelestarian Penyu

ADVERTISEMENT

Canggih! 5G Bakal Bisa Bantu Kelestarian Penyu

Adi Fida Rahman - detikInet
Jumat, 05 Agu 2022 21:44 WIB
Kegiatan Konservasi Penyu di Jembrana, Bali
Kegiatan konservasi penyu di Jembrana (Foto: Adi Fida Rahman/detikcom)
Jembrana -

5G identik dengan kecepatan super kencang. Tapi sejatinya lebih dari itu, jaringan seluler generasi kelima ini bahkan bisa bantu kelestarian penyu.

Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membesut program konservasi laut di Jembrana, Bali. Program ini memiliki 4 fokus utama, yakni rehabilitasi habitat laut, pengelolaan sampah plastik di daerah pesisir, penguatan komunitas konservasi penyu, dan penguatan masyarakat di lingkungan sekitar.

Berbarengan dengan itu, IOH turut meluncurkan 5G di Bali. Tahap pertama, 5G dihadirkan di dua titik, yakni Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dan kawasan Nusa Dua yang dijadikan tempat konferensi G20 pada November 2022.

Kendati 5G belum menyambangi kawasan Jembrana, teknologi tersebut nantinya dapat membantu program pelestarian lingkungan, termasuk menjaga populasi penyu yang makin terancam kehidupannya.

"Di penangkaran penyu di Jembrana memang belum terimplementasi 5G Indosat. Tapi use case 5G sendiri sangat tidak terbatas," kata Muhammad Danny Buldansyah, Director & Chief Regulatory Officer IOH di Jembrana, Jumat (5/8/2022).

Lanjut dia menerangkan, di kolam penangkaran penyu perlu dipantau kadar air dan garam. Semua itu bisa di monitor menggunakan perangkat berbasis Internet of Things (IoT).

Lalu, penyu yang sudah agak besar dipasangkan chip. Karena 5G bikin pertukaran data jadi lebih cepat, sehingga kita dapat memantau keberadaan si penyu ketika dia tiba-tiba muncul di permukaan air.

Contoh lainnya di perkebunan. Karena makin terbatasnya lahan, maka diterapkan sistem hidroponik vertikal. Agar dapat mudah pengelolaan dipasang banyak sensor, dan dengan 5G semua itu bisa dioperasikan dengan mudah.

"Ada sensor kandungan mineralnya, kalau ada kekurangan langsung ditambahin otomatis. Kalau kelembabannya kurang, langsung nyemprot otomatis. Bila suhunya kepanasan dia langsung menutup tirainya," papar Danny.

Danny sempat menyinggung soal startup e-Fishery buatan anak muda Bandung. Menurutnya itu luar biasa.

Mereka menggunakan kamera untuk lihat pergerakan ikan sehingga dapat langsung dianalisa kapan dia lapar dan butuh makanan. Sehingga mesin pakan dapat menebar makanan untuk ikan tidak berlebih.

"Karena makanannya secukupnya bikin air jadi tidak keruh. Ini bikin ikannya sehat cepat gede. Dengan 5G akan makin dimudahkan, mesin dapat berjalan otomatis," tutut Danny.

Ditambahkannya, 5G di China dimanfaatkan untuk fleet management. Sensor 5G dipasang di mobil layanan logistik dan angkutan umum untuk mengetahui posisi dan prilaku driver saat di perjalanan.

"Jadi bisa lihat sopirnya taat aturan nggak, ngebut nggak, kecepatan berapa, nerobos lampu merah nggak. Ini salah satunya digunakan untuk asuransi, bila drivernya bagus biaya asuransinya murah bayarannya," terang Danny.

"Jadi 5G itu sungguh luar biasa, implementasinya luas," pungkasnya.



Simak Video "Berapa Kecepatan Layanan 5G Indosat di Bali?"
[Gambas:Video 20detik]
(afr/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT