(wicak/)
Laporan dari Singapura
Meski Tak Seksi, XL Minati SLI
- detikInet
Singapura -
PT Excelcomindo Pratama Tbk (XL) tetap antusias mengikuti rencana tender pemerintah menunjuk satu lagi operator SLI. Padahal, XL menilai bisnis ini tak lagi seksi."Kalau ada peluang, kita akan mengikuti apa keinginan pemerintah. SLI ini sebenarnya is no longer a sexy business," ujar Direktur Corporate Affair XL, Rudiantara.Hal itu disampaikannya dalam perbincangannya dengan wartawan di sela-sela acara CommunicAsia 2006 di Singapura, Rabu (21/6/2006). Wartawan detikINET Nurul Qomariyah melaporkan langsung dari Singapura.Bisnis SLI, ungkap Rudiantara, sebenarnya tidak lagi menarik karena kini makin marak fasilitas layanan suara melalui internet atau voice-over-Internet protocol (VoIP)."Tapi tujuannya, jika kita mendapatkan SLI adalah bagaimana meningkatkan kualitas sesuai dengan strategi TMI (Telekom Malaysia Berhard)," tambah Rudiantara.Menurut Rudiantara bisnis SLI sangat menarik pada 3-5 tahun yang lalu. "Tapi tujuan kita adalah untuk meningkatkan pelayanan. Jadi tidak hanya melulu bisnis SLI. Kalau SLI mungkin hanya menarik 3-5 tahun yang lalu," papar RudiantaraRudiantara menjelaskan, selama ini signaling XL masih menggunakan gateway milik operator lain."Padahal untuk di seluler, kita juga berkompetisi. Jadi akan lebih aman kalau kita bisa kontrol gateway kita sendiri," ujarnya.Rudiantara mengaku, jaringan internasional yang dimiliki Telekom Malaysia (pemegang saham mayoritas XL) sangat memadai untuk membantu bisnis SLI XL."Jadi dari sisi itu, XL sangat eligible," tambah Rudi.Selama ini bisnis SLI hanya dinikmati oleh dua operator yakni, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) dan PT Indosat Tbk. (qom)Liputan ke ajang CommunicAsia 2006 ini terselenggara atas kerjasama detikINET dan PT Excelcomindo Pratama Tbk.
(wicak/)
(wicak/)