Menkominfo Pergi ke Boeing dan SpaceX, Bahas Nasib Hot Backup Satellite

ADVERTISEMENT

Laporan dari Los Angeles

Menkominfo Pergi ke Boeing dan SpaceX, Bahas Nasib Hot Backup Satellite

Fitraya Ramadhanny - detikInet
Senin, 25 Jul 2022 15:01 WIB
Dirut Bakti Anang Latif di Amerika untuk bertemu Boeing dan SpaceX
Dirut Bakti Anang Latif di Los Angeles jelang pertemuan Kominfo dengan Boeing dan SpaceX (Foto: Fitraya Ramadhanny/detikINET)
Los Angeles -

Menkominfo Johnny G Plate bersafari ke Boeing dan SpaceX di Amerika Serikat. Satelit Republik Indonesia (Satria)-1, Satria-2 dan Hot Backup Satelit (HBS) jadi isu utama.

Menkominfo tidak datang sendirian menemui Boeing dan SpaceX. Ia memboyong Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kominfo Ismail, Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Usman Kansong dan Dirut Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Anang Latif.

Anang Latif mengatakan tujuan utama agenda ini terkait dengan Bakti adalah soal proyek Satria-1 yang baru selesai 65 persen. Pemerintah ingin mengecek persiapan satelit cadangannya yang disebut HBS.

"Terkait dengan satelitnya ini kita siapkan backup dari Satria-1 yang kami namakan Hot Backup Satellite yang dibuat oleh Boeing, di Los Angeles. Jadi kami mengunjungi 2, pabrikan utama yaitu Boeing sekaligus roket peluncurnya SpaceX," kata Anang di Kantor KJRI Los Angeles, Minggu (24/7) malam waktu timur Amerika atau Senin (25/7/2022).

Anang mengatakan Satria-1 punya jadwal mulai beroperasi pada kuartal keempat 2023. Peluncurannya direncanakan pertengahan tahun, atau awal kuartal ketiga 2023. Lalu butuh waktu 4-5 bulan untuk menyiapkan operasi dan aneka tes supaya bisa beroperasi di kuartal keempat 2023.

HBS sebagai cadangan, kata Anang memberikan keuntungan untuk Indonesia dimana Boeing bisa menyelesaikan dengan cukup cepat. Roket peluncurnya juga ada di Amerika sehingga integrasinya juga lebih mudah.

Hal ini berbeda dengan Satria-1 yang dibuat di Prancis dan integrasinya di Amerika, sehingga harus dibawa. Pemerintah sedang memikirkan bagaimana cara membawa satelit ini karena pengaruh perang Rusia-Ukraina ikut menjadi hambatan.

"Kedua satelit ini nantinya pada 2023 akan melengkapi infrastruktur telekomunikasi di Indonesia khususnya di daerah 3T," kata Anang.

Dalam agenda yang diterima detikINET. Menkominfo pada Selasa (25/7) waktu Los Angeles akan bertemu dengan Boeing untuk membahas update perkembangan proyek HBS dan Satria-2. Sementara, pertemuan dengan SpaceX akan membahas HBS dan Satria-1.

Menkominfo juga akan berjumpa Hughes Network System untuk menjajaki peluang kerja sama membahas rencana peralatan darat ketika nanti Satria-1 dan HBS mengangkasa. Maxar Technologies juga akan dijumpai pada Rabu (28/7) waktu Amerika untuk membahas peluang kerja sama pada Satria-2.

Apa saja nanti hasil-hasilnya? Ikuti terus berita detikINET langsung dari Los Angeles!



Simak Video "Menkominfo Minta Seluruh Negara Dukung Indonesia Jadi Dewan ITU "
[Gambas:Video 20detik]
(fay/fyk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT