Kominfo Sebut Aliran Data Lintas Batas Negara Kunci Ekonomi Digital

ADVERTISEMENT

Kominfo Sebut Aliran Data Lintas Batas Negara Kunci Ekonomi Digital

Atta Kharisma - detikInet
Jumat, 22 Jul 2022 22:49 WIB
Chair of  Digital Economy Work Group (DEWG) Presidensi G20 Indonesia, Mira Tayyiba (tengah) didampingi didamping Dirjen Aptika Kementrian Komunikasi dan Informasi didampingi Dirjen Aptika Samuel Abrijani Pangerapan (kiri) dalam pertemuan ketiga di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Jumat (22/07/2022). Kominfo/Pey Hardi Subiantoro
Foto: Kemenkominfo
Jakarta -

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Semuel A. Pangerapan mengungkapkan keterkaitan sistem komputer di seluruh dunia lewat jaringan internet memungkinkan setiap orang melakukan aktivitas bisnis sekaligus menciptakan bentuk bisnis baru. Menurutnya, kunci memaksimalkan potensi teknologi tersebut adalah dengan membuka pasar digital untuk memudahkan dalam mengakses data.

"Keterkaitan ini telah menciptakan lingkungan yang kondusif untuk memaksimalkan potensi teknologi baru, seperti Big Data Analytic, Internet of Things (IoT), Blockchain, dan Artificial Intelligent Technology. Untuk mengakses data, maka membutuhkan data, karena data adalah kunci untuk membuka pasar digital," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (22/7/2022).

Hal ini ia sampaikan saat memberi sambutan dalam Lokakarya Identifikasi Langkah-langkah Penyeimbangan Kepentingan bagi Multistakeholder pada Arus Data Lintas Batas yang berlangsung secara hibrida dari Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Jumat (22/07).

Semuel menjelaskan guna memaksimalkan potensi internet serta mengembangkan lingkungan yang kondusif bagi ekonomi digital, pemerintah telah mendorong diskusi untuk menemukan kesamaan dalam pengaturan dan penyelesaian masalah yang berkaitan dengan aliran data lintas batas negara.

"Setiap negara telah mengembangkan rezim perlindungan data pribadi mereka berdasarkan sistem hukum dan budaya masing-masing. Kepercayaan tampaknya menjadi elemen yang perlu digunakan untuk mengatasi kekurangan kerangka hukum yang selaras untuk perlindungan data pribadi," ungkapnya.

Workshop tersebut, kata Semuel, bertujuan memajukan identifikasi kesamaan, komplementaritas, dan elemen konvergensi demi mendorong interoperabilitas masa depan. Ia menilai pertukaran pandangan dan perspektif tentang praktik terbaik masing-masing negara diperlukan untuk menerapkan keseimbangan tata kelola dan aliran data lintas batas negara.

"Workshop ini juga menjadi acuan untuk mendukung kemajuan Data Free Flow dengan Trust (DFFT) dan diskusi terkait Cross Border Data Flow (CBDF) yang menekankan pada langkah-langkah teknis dan nonteknis yang diperlukan untuk kegiatan digital lintas batas," imbuhnya.

Mewakili Menkominfo Johnny G. Plate dalam lokakarya tersebut, Semuel juga mengucapkan selamat datang kepada seluruh anggota G20, negara tamu, Global dan National Knowledge Partners, organisasi internasional, asosiasi bisnis serta semua peserta yang telah menghadiri acara ini secara fisik dan virtual.

"Saya sangat senang dan merasa terhormat untuk menjamu Anda hari ini di tempat yang indah dalam menyeimbangkan kepentingan multistakeholders pada arus data lintas batas negara," ucapnya.

Turut hadir dalam acara ini Sekretaris Jenderal Kementerian Kominfo Mira Tayyiba selaku Chair DEWG Presidensi G20 Indonesia, Inspektur Jenderal Kementerian Kominfo Doddy Setiadi serta Staf Ahli Menteri Kominfo Bidang Komunikasi dan Media Widodo Muktiyo.



Simak Video "Bentuk Kekecewaan Blok Politik Pelajar Terhadap Kemenkominfo"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT