Telkomsel Catat 60 Juta Transaksi SMS dari Program Undian
- detikInet
Jakarta -
Periode pertama program undian Telkomsel Poin telah berakhir. Selama tiga bulan, tercatat 60 juta transaksi SMS yang bernilai miliaran rupiah.GM Customer Relationship Management Telkomsel, Ahmad Riza mengatakan antusiasme keikutsertaan pelanggan dalam program Telkomsel Poin sangat tinggi."Untuk periode pertama yang berlangsung selama tiga bulan, Telkomsel Poin mencatat 60 juta transaksi SMS," kata Riza. "Sekitar 60 persennya menukarkan poin dengan hadiah langsung berupa gratis SMS, diskon penggunaan kartu Halo, atau pulsa prabayar. Sedangkan sisanya mengikuti undian berhadiah," imbuhnya dalam keterangan tertulis yang diterima detikINET, Minggu (21/5/2006).Telkomsel Poin merupakan program undian dari operator seluler dengan jumlah pelanggan 27,5 juta, pada pengguna produknya (Halo, Simpati dan As). Periode pertama program itu berlangsung sejak Februari hingga April 2006. Mekanisme pengumpulan poin didasarkan atas pemakaiannya (1 poin = Rp 5.000 berlaku kelipatannya) dan lamanya berlangganan.Benefit Registrasi Secara Lengkap dan BenarPada 15 Mei dan 18 Mei 2006, Telkomsel di hadapan notaris telah mengundi hadiah untuk periode pertama berupa tiga sedan Volvo S60, uang tunai Rp 500 juta, 75 TV Plasma, dan 100 Nokia 9300. Salah satu hadiah utama sedan Volvo S60, dimenangkan oleh pelanggan prabayar Telkomsel Riau.Direktur Utama Telkomsel Kiskenda Suriahardja berharap, hadiah yang diterima pelanggan tersebut bisa bermanfaat. "Hal ini juga salah satu wujud nyata dari benefit yang didapat bagi pelanggan prabayar yang telah melakukan registrasi secara lengkap dan benar," ujarnya.Program semacam ini, bisa menjadi win-win solution antara operator seluler, pelanggan prabayar dan pemerintah untuk program registrasi prabayar. Dari sisi operator, Telkomsel bisa meraup laba miliaran rupiah dari hasil pemasukan SMS. Pelanggan juga berpeluang mendapatkan hadiah.Sedangkan dari sisi pemerintah, program ini bisa menjaring data pelanggan prabayar secara valid. "Kalau ikut undian dan berharap untuk menang, nggak mungkin orang akan berikan data yang salah," tandas Kiskenda. (rou)(Catatan Redaksi: Bagi pemberi komentar, mohon tidak mengisi kolom nama dengan kata/kalimat yang tak lazim sebagai nama orang. Nama samaran diperbolehkan. Pengisian nama dengan nama milik orang lain (public figure), alamat situs, merek, nama institusi tertentu dan/atau cenderung vulgar/ofensif/SARA, tidak diperkenankan.)
(rouzni/)