Softblock 10% Pelanggan Prabayar, Telkomsel Tak Khawatir
- detikInet
Jakarta -
Dirut Telkomsel Kiskenda Suriahardja menganggap kehilangan pelanggan akibat terkena blokir ringan (soft block), bukan sebagai hal yang kritis. "Pelanggan yang kena soft block paling cuma 10%. Tidak kritis," kata Kiskenda di sela-sela seminar Developer Day di Hotel Atlet Century Park, Jakarta, Kamis (18/5/2006).Hingga akhir registrasi prabayar lalu, total pelanggan Telkomsel sudah mencapai 27 juta, dengan angka pengguna prabayar (Simpati dan As) sekitar 24 juta.Registrasi prabayar ditetapkan pemerintah berakhir pada 28 April 2006. Nomor-nomor yang oleh pemiliknya sama sekali tidak didaftarkan, akan dikenakan soft block, yaitu tidak bisa menelepon dan mengirim SMS kecuali untuk tujuan registrasi. Karena itu, operator telekomunikasi diprediksi akan kehilangan pelanggan, mengingat masih banyak pelanggan yang belum atau belum berhasil mendaftarkan nomor prabayarnya. Hal itu tentunya mengurangi potensi pendapatan operator.Dari situ, maka timbul wacana sejumlah operator belum melakukan soft block. Bahkan sebagian diantaranya diisukan melakukan rekayasa dengan mendaftarakan secara palsu data pelanggannya sendiri.Menanggapi hal tersebut, Kiskenda yang bertindak sebagai pemimpin operator telekomunikasi dengan pelanggan prabayar terbesar, mengaku tidak tahu-menahu. "Saya sih belum dapat laporan dari bawah," katanya.Untuk validasi prabayar, Kiskenda mengatakan masih menunggu instruksi dari pemerintah. Dia pun belum bisa memastikan kapan validasi itu mulai diterapkan.Telkomsel sendiri sebenarnya sudah menyiapkan skema validasi dengan kerjasamanya bersama PT Pos Indonesia. Kiskenda juga mengatakan bisa memanfaatkan skema validasi SimpatiZone, program komunitas prabayar Telkomsel."Disuruh nggak disuruh pun, validasi sudah kita jalankan. Kita juga akan undi Telkomsel Poin. Itu juga bisa buat validasi," tandasnya. (rou)
(ketepi/)