Anak Usaha Telkom Perluas Fiber Optic Operator Selular

Anak Usaha Telkom Perluas Fiber Optic Operator Selular

Dea Duta Aulia - detikInet
Selasa, 08 Mar 2022 17:30 WIB
Tower BTS
Foto: dok. Telkom
Jakarta -

Anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom), PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel), sedang mengerjakan program fiberisasi untuk konektivitas antara BTS sejumlah perusahaan operator telekomunikasi di Indonesia. Program ini untuk meningkatkan jumlah menara Mitratel melalui fiber optic sehingga proses digitalisasi Indonesia bisa berjalan lebih cepat.

Direktur Strategic Portfolio Telkom Budi Setyawan Wijaya menjelaskan nantinya program tersebut dapat membuat para pelanggan terbebas dari hambatan, buffering, dan lag saat menggunakan internet.

"Perkembangan teknologi menuntut kebutuhan operator akan menara telekomunikasi semakin besar. Untuk itu, TelkomGroup melalui Mitratel dengan cepat mengambil peluang tersebut untuk memperkuat dan memantapkan posisi sebagai pemain menara telekomunikasi terbesar di Indonesia bahkan Asia Tenggara nantinya. Hal ini sejalan dengan strategi yang sudah dicanangkan untuk value creation yang optimal bagi Mitratel," kata Budi dalam keterangan tertulis, Selasa (8/3/2022).

Budi menjelaskan fiberisasi Mitratel diimplementasikan melalui beberapa metode seperti capacity, hybrid capacity, & dark fiber baik yang memanfaatkan aset fiber optic Telkom maupun yang dibangun oleh Mitratel.

Ia menambahkan, pada Desember 2021 lalu, Mitratel memperluas cakupan layanan serat optik melalui pembangunan dan penyewaan 5.700 km jaringan serat optik secara nasional. Langkah ini untuk meningkatkan sebaran dan kualitas mobile broadband melalui BTS 4G dan 5G.

"Dengan pembangunan ini akan menambah total 1.500 menara Mitratel yang terhubung dengan jaringan optik. Dari semula 11.914 menara yang sudah terhubung dengan jaringan optik akan menjadi 13.414 menara Mitratel yang terhubung dengan jaringan optik. Adapun program fiberisasi Mitratel sendiri sudah mulai dilaksanakan di awal tahun 2022 ini," tambahnya.

Sementara itu, Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko menjelaskan program tersebut dijalankan untuk memenuhi target perusahaan yakni meningkatkan advantage dan menjadikan Mitratel sebagai leader di market tower bisnis pasca melakukan IPO.

"Ekspansi melalui berbagai kerja sama baik organic maupun inorganic mesti dilakukan karena pasar berkembang dengan cepat," kata Mitratel.

Sebagai informasi tambahan, Mitratel resmi IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 22 November 2021. Memiliki kode entimen MTEL perusahaan melepas sebanyak 23.493.524.800 saham dengan nilai keseluruhan nilai IPO mencapai Rp18,79 triliun.



Simak Video "Komisi VI Gelar Rapat dengan Telkom-Telkomsel Bahas GoTo"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/fay)