Ketagihan, Mitratel Mau Akuisisi Lagi Menara Telkomsel di 2022

Ketagihan, Mitratel Mau Akuisisi Lagi Menara Telkomsel di 2022

Agus Tri Haryanto - detikInet
Senin, 10 Jan 2022 15:50 WIB
Pasukan Sinyal  di Perbatasan Indonesia

Pasukan Sinyal Telkomsel melakukan pengecekan dan perawatan di Base Transceiver Station (BTS) Lekmanen, Atambua, NTT, kemarin. Pengecekan dan perawatan BTS ini untuk menjaga kenyamanan para pelanggang Telkomsel di perbatasan Indonesia. Grandyos Zafna/detikcom
Ketagihan, Mitratel Bidik Kuasai Menara Telekomunikasi Telkomsel Lagi. Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Mitratel, perusahaan infrastruktur telekomunikasi, membidik untuk melakukan aksi korporasi di tahun 2022 dengan melancarkan aksi merger dan akuisisi (M&A) aset menara dari Telkomsel.

Sebelumnya, Telkomsel mengoper kepemilikan sebanyak 4.000 unit menara telekomunikasi kepada Mitratel pada September 2021, yang mana itu melengkapi kesepakatan jual beli menara untuk 6.050 unit menara pada 2020 lalu.

Hingga September 2021, jumlah menara yang dikelola Mitratel sebanyak 28.076 unit. Adapun dari 57% atau 16.150 unit tersebut berada di luar Pulau Jawa. Sedangkan, jumlah menara yang di Pulau Jawa mencapai 11.929 unit.

Selain M&A aset menara Telkomsel, Mitratel juga menyasar mengakuisisi saham perusahaan menara yang lebih kecil. Ini merupakan salah satu dari empat strategi Mitratel mengarungi bisnis 2022.

Selain itu, anak usaha Telkom ini berencana untuk memperbesar kontribusi pertumbuhan bisnis organik dengan cara menggenjot layanan Built to Suit (B2S) dan kolokasi menara dari operator jaringan seluler (MNO) yang menjadi klien perusahaan.

Kemudian, Mitratel akan melakukan ekspansi dengan menyediakan beberapa layanan baru ke depannya.

"Saat ini kami tengah mengembangkan portofolio layanan infrastruktur digital lengkap bagi operator," ujar Direktur Utama Mitratel, Theodorus Ardi Hartoko di Jakarta, Senin (10/1/2022).

"Termasuk dengan melakukan fiberisasi menara, mengaplikasikan infrastructure as a service, sehingga kami bisa menyediakan jaringan IoT bagi pelanggan non-MNP, serta ekspansi ke penyedia small cells, sehingga bisa memberikan solusi infrastruktur untuk pemanfaatan 5G," tuturnya.

Menurutnya, dengan kemampuan pendanaan dari hasil melantai bursa alias IPO Mitratel beberapa waktu lalu senilai lebih dari Rp 18 triliun, serta leverage dan biaya utang (cost of debt) terendah dibanding operator lainnya, Mitratel optimistis menyambut setiap peluang yang ada di tahun ini.

Disampaikan Teddy juga, Mitratel akan terus meningkatkan efisiensi belanja modal (capex) dan biaya operasional (opex) perusahaan. Diharapkan itu dapat mendongkrak profitabilitas, serta menambah arus kas perusahaan.



Simak Video "Telkomsel Matikan Layanan 3G Mulai Tahun Ini"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)