Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Manfaatkan Chatroom, Pecinta Soeharto Galang Massa

Manfaatkan Chatroom, Pecinta Soeharto Galang Massa


- detikInet

Jakarta - Sekelompok masyarakat yang mengaku cinta kepada mantan presiden Soeharto, menggalang massa lewat chatroom. Kini, kelompok tersebut mengaku telah memiliki 1000 anggota.Mereka menamai kelompoknya sebagai Imaha alias Ikatan Masyarakat Pecinta Soeharto. Kelompok ini diketuai Iwan Panggu, wiraswastawan yang juga mantan jurnalis. Pria kelahiran Sumbawa Besar 45 tahun yang lalu itu, yakin kalau sosok pemimpin seperti Soeharto-lah yang paling dicari oleh Indonesia saat ini.Keyakinan Iwan untuk memunculkan kembali kerinduan terhadap Soeharto, semakin mantap setelah banyak orang yang merespon idenya. Berawal dari kegemarannya chatting, Iwan yang kini membuka usaha warnet, menggalang massa yang sepaham dengannya.Meski idenya bisa dibilang melawan arus, ternyata ada banyak respon dari orang-orang yang ditemuinya lewat chatroom. Dari pembicaraan virtual itu, kemudian timbul gagasan untuk membentuk suatu komunitas. Awalnya komunitas itu bernama Kumpulan Masyarakat Pembela Soeharto."Tapi kalau pakai nama pembela kayaknya seperti pengacara saja, jadi kita putuskan untuk diganti menjadi Ikatan Masyarakat Pecinta Soeharto," jelas Iwan yang ditemui detikcom, Rabu (26/4/2006) di kediaman mertuanya, Lenteng Agung Jakarta Selatan.Dan dari kesepakatan secara virtual pula, komunitas mereka pun diresmikan tepatnya pada 13 Januari 2006. Selain mendapat dukungan dari para penjelajah internet, Iwan mengaku juga didukung kalangan rakyat jelata. Untuk membuktikan hal itu Iwan sering "turun ke bawah". Dan berdasarkan pantauan Iwan, banyak rakyat jelata yang juga rindu akan kehadiran Soeharto."Kalau saya bicara dengan tukang ojek, pedagang di pasar, mereka merasa hidup lebih enak di zaman Soeharto. Mereka tidak peduli siapa dan bagaimana pemimpinnya, yang penting mereka bisa makan dan aman," urai Iwan dengan semangat. Sampai saat ini, Iwan mengklaim punya 1000 anggota yang berasal dari seluruh Indonesia, namun mayoritas ada di Jawa. "Awalnya pasti saya pancing dengan pertanyaan "Eh gimana hidup zaman sekarang, susah tidak? Lalu mereka langsung pada menjawab iya. Baru dari situ diteruskan dengan obrolan tentang Soeharto," cerita Iwan.Iwan mengaku, saat ini ia dan para 'pengikut'-nya sedang bersiap untuk berjaga-jaga kalau ternyata mantan Presiden Soeharto jadi disidangkan. "Kita siap turun ke jalan. Tapi itu bukan dibayar, melainkan atas biaya sendiri-sendiri," ujar pria tiga anak itu. (nks) (ketepi/)




Hide Ads