Catatan dari Bangkok (updated)
Dicari, Universitas Layani TI ke Masyarakat Indonesia
- detikInet
Bangkok -
Ternyata tak mudah mengidentifikasikan instrumen untuk mengukur kualitas dan kuantitas aktifitas pengabdian masyarakat yang dijalankan oleh perguruan tinggi, khususnya yang terkait dengan pemanfaatan teknologi informasi (TI). Hal tersebut yang menjadi salah satu topik bahasan workshop tiga hari yang saat ini tengah diikuti oleh penulis, di Universitas Chulalongkorn - Bangkok.Workshop yang bertajuk "The Role of the University in Information Technology for Development Asia" tersebut dihadiri oleh wakil peneliti TI dari negara-negara Asia, seperti Singapura, Cina, Malaysia, Hong Kong, India, Vietnam, Thailand, Laos, Filipina, Korea, Kamboja dan Indonesia. Untuk Indonesia, diwakili oleh penulis dalam kapasitas sebagai peneliti.Workshop ini pada dasarnya ingin merumuskan instrumen penelitian yang dapat diaplikasikan di masing-masing negara. Saat ini, Rabu (26/4/2006) tengah berlangsung workshop hari kedua. Beberapa isu menarik yang tengah diramu. Dari soal instrumen kebijakan pemerintah, universitas hingga per program studi atau jurusan.Peranan universitas seharusnya signifikan dalam memberdayakan masyarakat. Tetapi jika berbicara tentang regulasi pemerintah hingga kebijakan universitas, maka akan akan banyak hal yang ternyata bisa menjadi hambatan atau tantangan. Untuk mengatasi hal tersebut, informasi tentang kegiatan universitas se-Asia, yang tentunya akan dipilih beberapa contoh universitas dengan aktifitas TI yang menonjol per negara, maka akan dapat ditemukan solusi atas hambatan dan tantangan yang ada.Dalam workshop ini, beberapa instrumen penelitian yang lebih spesifik juga dibahas. Semisal tentang peranan para pengajar (dosen) dalam aktifitas kemasyarakatan, penanganan hak atas kekayaan intelektual yang dihasilkan universitas, keterlibatan almamater dan alumni, hingga ke hal teknis semisal sejauh mana tingkat universitas hingga tingkat pengajar memanfaatkan TI untuk aktifitas kesehariannya.Dicari, Makna ICTSecara khusus, penulis menyarankan agar dalam instrumen penelitian nantinya, dimasukkan tentang kebijakan maupun kenyataan penggunakan piranti lunak legal dalam aktifitas keseharian universitas. Karena menurut penulis, secara khusus hal ini akan dapat menjadikan komparasi yang menarik antar universitas se-Asia tentang legalitas piranti lunak yang digunakan, terkait dengan kebijakan pemerintah, harga piranti lunak, daya beli masyarakat, dan hal terkait lainnya.Lanjutan dari workshop ini diharapkan akan dapat dilakukan riset di negara masing-masing untuk memetakan peran universitas se-Asia terhadap pemberdayaan masyarakat melalui TI. Selain itu, akan dirumuskan pola komunikasi antar universitas yang menjalankan riset "TI untuk Masyarakat" se-Asia, untuk saling berbagi informasi dan pengalaman.Saat ini, peserta tengah berdebat dengan serius tentang apa arti 'ICT' (Information and Communication Technology). Sebab, pemahaman tentang ICT tersebut akan menentukan arah penelitian selanjutnya. Apakah ICT terkait dengan pemanfaatan teknologi komunikasi secara umum, termasuk didalamnya radio dan televisi? Ataukah ICT yang dimaksud hanya akan membahas soal teknologi media baru, semisal Internet dan mobile technology?Yang lebih menarik lagi adalah, apakah topik ICT ini hanyalah untuk hal-hal yang sifatnya teknis, programming dan komputerisasi? Ataukah juga mencakup aspek sosio-ekonomis. Sebutlah semisal tentang gender, e-bisnis, perubahan kultur, dan sebagainya.Acara workshop ini merupakan salah satu program yang disponsori oleh International Development Research Centre (IDRC) dan APEC Education Foundation. Bertindak selaku tuan rumah adalah Center for Ethics of Science and Technology, Fakultas Seni, Universitas Chulalongkorn - Bangkok.Salah satu hal yang kemudian menjadi mendesak adalah menentukan universitas mana di tiap negara yang dapat menjadi contoh sukses atau keberhasilan dalam menjalankan program pemberdayaan masyarakat menggunakan atau melalui TI. Untuk contoh kasus di Indonesia, barangkali ada dari rekan pembaca yang bisa sumbang saran, Universitas apa dan seperti apa program yang dijalankannya?(dbu)*) Penulis adalah peneliti pada ICT Watch, pengajar pada Universitas Bina Nusantara dan juga jurnalis pada situs berita detikINET. Dapat dihubungi melalui e-mail donnybu[at]ictwatch.com atau donnybu[at]detikinet.com.
(donnybu/)