Berkat TI, Kebumen Berangkat ke Stockholm
- detikInet
Jakarta -
Satu lagi prestasi bangsa Indonesia di kancah internasional. Aplikasi teknologi informasi (TI) membawa Kebumen sebagai salah satu finalis Stockholm Challenge di Swedia. Stockholm Challenge merupakan penghargaan tingkat internasional untuk penerapan teknologi informasi dalam beberapa bidang. Ini termasuk pendidikan, kebudayaan, pengembangan ekonomi, lingkungan hidup, kesehatan dan pelayanan umum. Tahun 2006 ini Indonesia mengirimkan dua finalis, keduanya di kategori Pendidikan. Mereka adalah, 'Komunitas Kebumen Cyber (e-Kebumen)' dan 'Pemanfaatan Teknologi Informasi bagi Komunitas Tuna Netra'. Para finalis Stockholm Challenge akan berangkat ke Swedia untuk melakukan workshop pada 9 Mei 2006. Kemudian di tanggal 11 Mei mereka akan dijamu di Balai Kota Stockholm dalam acara penganugerahan Stockholm Awards 2006. Tempat perjamuan itu sama dengan tempat perjamuan dalam acara penganugerahan hadiah Nobel. Setiap pemenang dari setiap kategori akan menerima sebuah tropi dan uang sebesar 5.000 euro. Kecuali untuk pemenang kategori WSIS Challenge (khusus bagi negara Afrika) yang akan menerima uang 10.000 euro.MandiriBerangkatnya Kebumen ke Stockholm patut jadi catatan tersendiri. Betapa tidak, Kabupaten di Jawa Tengah tersebut kerap dianggap sebagai daerah yang 'stagnan'. Penetrasi internet di daerah itu pun tergolong rendah. Jangankan internet, masih ada beberapa desa di Kebumen yang belum memiliki sarana telekomunikasi dasar. Menurut koordinator e-Kebumen, Bambang Dwi Anggono, komunitas e-Kebumen berangkat dari semangat untuk mandiri. "Semangat untuk mandiri, tidak menggantungkan sepenuhnya pada subsidi pemerintah, merupakan sumber daya potensial dalam mewujudkan masyarakat dan dunia pendidikan berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi," ujar Bambang dalam e-mail yang diterima detikINET, Senin (24/04/2006). Bambang juga beranggapan rendahnya penetrasi teknologi informasi dan komunikasi seharusnya dianggap sebagai bagian dari rendahnya kualitas Sumber Daya Manusia. "Seperti halnya buta huruf, bukan untuk dikesampingkan, sebaliknya sewajarnya menjadi salah satu prioritas dalam pembangunan negara dan bangsa," ia melanjutkan. Pemikiran-pemikiran itu yang mendasari lahirnya e-Kebumen. Sejak 12 Agustus 2005 kelompok masyarakat peduli teknologi informasi tersebut mulai melakukan gerakan-gerakan swadaya di bidang pendidikan. Seperti halnya gerakan masyarakat lain, e-Kebumen tak memiliki wujud lembaga formil. "E-Kebumen bukan diadakan untuk menyaingi atau mementahkan kebijakan Pemerintah Daerah khususnya di bidang pendidikan dan penetrasi Teknologi Informasi dan Komunikasi, sebaliknya justru mensinergikan kebijakan Pemerintah Daerah yang sudah ada bersama sumberdaya yang dimiliki oleh masyarakat agar memiliki manfaat lebih," ujar Bambang. Dari Internet Gratis Hingga Open SourceProgram-program yang diadakan e-Kebumen cukup beragam, mulai dari akses internet gratis hingga Kebumen Goes Open Source. Akses internet gratis diberikan setiap hari Senin antara pukul 09.00 - 15.00 WIB di lokasi tertentu. "Dalam waktu dekat, kegiatan Cyber Monday akan dilengkapi dengan Cyber Saturday Night, yaitu penyediaan akses hotspot (internet gratis melalui Wireless/Wifi) di areal alun-alun Kebumen," Bambang menambahkan. Seminar dan pelatihan TI di Kebumen pun dilakukan oleh e-Kebumen. Bukan hanya bagi siswa dan guru, kegiatan tersebut juga melibatkan orang tua. "Upaya melibatkan orang tua dalam kegiatan workshop dimaksudkan agar orang tua memahami apa kebutuhan anak-anak mereka dan mengerti apa yang bisa diperoleh dari pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi," ujar Bambang. Kebumen Goes Open Source berbentuk kegiatan promosi dan pelatihan penggunaan Piranti Lunak Open Source dengan prioritas pada dunia pendidikan. Piranti lunak yang dikenalkan adalah distribusi Linux Ubuntu dan Xnuxer. "Prioritas awal diberikan kepada para guru yang diharapkan akan menjadi garda terdepan untuk penetrasi OSS (Open Source Software-red) melalui para pelajar," tutur Bambang.Selain itu terdapat program Majalah Dinding Online melalui e-kebumen.net, program televisi pendidikan Kebumenpintar yang disiarkan lewat saluran TV lokal Ratih TV, serta kuis-kuis yang didukung oleh sponsor. Komunitas e-Kebumen pun turut membidani lahirnya sebuah Internet Service Provider (ISP) di Kebumen. (wsh)Foto: Balai Kota Stockholm (atas) dan Screenshot e-Kebumen.net (bawah). Sumber: Wikipedia dan e-Kebumen.net
(wicak/)